Berita Bali
Bali Sudah Nihil Kasus PMK, Pemprov Ajukan Pasar Lintas Daerah Dibuka
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada menyampaikan Provinsi Bali sudah terbebas dari PMK
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Provinsi Bali sudah terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menjangkiti ratusan sapi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada pada Jumat 5 Agustus 2022.
Kendati kasus PMK sudah nihil di Bali, Pasar Hewan dan Perdagangan Hewan Ternak lintas Daerah belum dibuka.
Sunada mengatakan, pihaknya masih menanti kembali arahan dari pusat untuk mencabut Surat Edaran terkait dihentikannya perdagangan hewan ternak keluar Bali.
Baca juga: Senator Australia Pauline Hanson Sebut Turis Australia Rawan Bawa Wabah PMK Sepulang dari Bali
"Itu yang sedang kita kejar dipusat. Bali sudah tidak ada PMK lagi sudah zero case. Artinya akan saya perjuangkan agar pedagang antar Pulau bisa dibuka. Sudah kita sampaikan ke pusat dan kita sudah surati secara resmi. Katanya masih di rakorkan di pusat," jelasnya.
Seluruh hewan yang terjangkiti PMK sudah dipotong bersyarat semua.
Sehingga Bali sudah dikatakan zero case.
Jika kasus PMK kembali ditemukan maka akan kembali dilakukan pemotongan bersyarat.
Dari data per hari ini, Jumat 5 Agustus 2022, total sapi yang terjangkit PMK dan sudah dilakukan pemotongan bersyarat sebanyak 553 ekor.
Total hewan ternak khususnya sapi yang terjangkit PMK di Bali sebanyak 556 dengan rincian sakit 553 ekor dan mati 3 ekor dari jumlah populasi sapi sebanyak 556.911 ekor di Bali.
Kendati sudah zero case, vaksinasi PMK masih tetap dilakukan hingga saat ini.
Pemerintah Pusat pun juga telah mendistribusikan vaksin PMK kembali sebanyak 100 ribu dosis untuk Bali.
Capaian vaksinasi PMK di Bali sudah sentuh angka 19,01 persen.
"Kita juga minta secara bertahap karena kita tidak memiliki alat simpan yang cukup besar. Vaksin mandiri belum rencananya untuk babi. Kita masih fokus ke sapi dulu. Kalau sekarang semua ternak kita vaksin contohnya Denpasar sudah 2 ribu hewan ternak divaksin. Semua akan tervaksin kendalanya karena ternak seperti sapi ada di kampung-kampung jadi harus ditelusuri dulu," tutupnya.(*).
Kumpulan Artikel Bali