Berita Bangli

Peternak di Bangli Kelimpungan Pelihara Babi Akibat Lockdown Pengiriman

Diketahui, pengiriman babi keluar Bali di-lockdown sejak 1 Juli 2022. Ini disebabkan merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Peternak di Bangli pun

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Salah satu peternak di Bangli, Gus Sinarbawa saat ditemui di kandang babi miliknya, Senin 8 Agustus 2022. 

Ia mengaku sudah sempat bertanya pada dinas terkait perihal pembukaan kran pengiriman babi keluar Bali. Namun pihaknya belum mendapatkan jawaban pasti.

"Kami diminta menunggu, sementara babi kan tidak bisa menunggu. Mereka tetap harus diberi pakan," ucapnya.


Gus Sinarbawa berharap kran pengiriman babi keluar Bali bisa segera dibuka.

Sebab babi yang menjadi penolong perekonomian masyarakat Bali, saat sektor pariwisata dihantam Pandemi Covid-19. Terlebih babi yang dijual keluar Bali, harganya menjadi Rp45 ribu per kilo. 


"Kalau ambil dari peternak harganya Rp42 ribu hingga Rp43 ribu per kilo. Maka kami harap pemerintah segera membuat kebijakan membuka lagi pengiriman babi keluar Bali. Sebab hampir 70 persen masyarakat di Bali memiliki ternak babi. Saya sendiri ada sekitar 400 ekor babi yang semestinya siap dikirim tapi gagal karena lockdown," tandasnya. (*)

 

Berita lainnya di Penyakit Kuku dan Mulut

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved