Berita Tabanan

Vaksinasi Booster ke 2 di Tabanan, Dinkes Masih Kejar Kekurangan 800 Nakes

Sekitar 800-an  lebih tenaga kesehatan (nakes), hingga saat ini masih menjadi sasaran vaksinasi oleh dinas kesehatan (Dinkes) Tabana

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Seorang pegawai RSJ Provinsi Bali saat disuntik vaksin booster dosis II, Jumat 5 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Sekitar 800-an  lebih tenaga kesehatan (nakes), hingga saat ini masih menjadi sasaran vaksinasi oleh dinas kesehatan (Dinkes) Tabanan.

Pada vaksinasi dosis IV atau Booster ke-2, baru sekitar 3.308 nakes yang sudah mendapat vaksinasi.

Sedangkan target sendiri ialah sekitar 4.135 nakes yang disasar.

Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Susila mengatakan, dari sekitar 30 fasilitas pelayanan kesehatan yang disasar sudah sekitar 3.308 nakes atau tenaga penunjang yang sudah tervaksin dari total target sebanyak 4.153 orang.

Pada hari terakhir Kamis 11 Agustus 2022 kemarin, sejatinya kekurangan 800 itu yang menjadi target untuk divaksin.

Baca juga: Dewan Pertanyakan Kelanjutan Dermaga Gunaksa, Pasca dibangun PKB di Eks Galian C

Namun, memang tidak dapat dilaksanakan.

“Sudah sekitar 3.308 yang tervaksin. Sekitar 800-an lebih yang belum,” ucapnya Jumat 12 Agustus 2022.

Mantan Dirut RSUD Tabanan ini menegaskan, pihaknya optimis bahwa nantinya, untuk target 4.153 orang nakes dan tenaga penunjang dapat diselesaikan.

Apalagi tenaga vaksinator baik di fasyankes seperti Puskesmas maupun rumah sakit pemerintah bekerja dengan cepat disela-sela melayani masyarakat.

Meskipun demikian, memang ada kendala dalam menuntaskan vaksiansi booster tahap II.

“Kendalanya ialah mereka yang tidak bekerja di fasilitas pelayan Kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit maupun klinik-klinik,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kendala nakes itu ialah sasaran mereka yang bekerja sebagai tenaga di dokter yang praktek pribadi.

Baca juga: Mantan Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara Tagih Fee Rp 15 Triliun kepada Negara

Dimana tentu juga memiliki tenaga pembantu dari tenaga kesehatan seperti perawat dan tenaga penunjang lainnya.

Nantinya, pihaknya juga akan menyisir untuk petugas apotek dan pegawainya yang harus disisir untuk mendpatkan vaksin booster tahap II tersebut.

“Nantinya untuk penyisiran juga akan kami lakukan,” bebernya. (*) .

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved