Sponsored Content

Sepakati Perda Cadangan Pangan Daerah, Anggota Dewan Mendorong Generasi Muda Jadi Petani Bertalenta

Anggota DPRD Klungkung dan eksekutif menggelar rapat paripurna II tentang penetapan Ranperda Pengelolaan Keuangan dan Tata Cara Cadangan Pangan Daerah

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat rapat paripurna II tentang penetapan Ranperda Pengelolaan Keuangan dan Tata Cara Cadangan Pangan Daerah di Kantor DPRD Klungkung, Jumat (19/8/2022). 

 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Anggota DPRD Klungkung dan eksekutif menggelar rapat paripurna II tentang penetapan Ranperda Pengelolaan Keuangan dan Tata Cara Cadangan Pangan Daerah di Kantor DPRD Klungkung, Jumat (19/8/2022).

Semua fraksi secara umum dapat menerima dua ranperda itu untuk ditetapkan menjadi Perda, namun sejumlah fraksi memberikan beberapa catatan.


Seperti yang diungkapkan anggota dewan dari Fraksi Nasdem, Wayan Mudayana. Dirinya mendorong bupati segera menerbitkan Perbup untuk menjadi landasan tehnis yuridis dilapangan. Termasuk medorong generasi muda untuk berani menjadi penggiat Pertanian yang bertalenta.

Baca juga: Festival Adat Budaya Nusantara Perdana Digelar, Ratusan Raja Se-Nusantara Berkumpul di Klungkung


"Mengamankan lahan-lahan produktif pertanian dan perkebunan agar tidak terlantar dan beralih fungsi," jelas Mudayana, Jumat (19/8/2022).


Kadek Widya Sumartika dari Fraksi Golkar meminta pemda mendorong partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan cadangan pangan, baik itu pengadaan, pengelolaan, penyaluran pangan dan pengawasan secara partisifatif terhadap penyelenggaraan cadangan pangan daerah yang diatur dalam Peraturan Bupati.

Baca juga: Sempat Dilaporkan Hilang 5 Jam, Balita Usia 3 Tahun di Klungkung Ditemukan Meninggal di Sungai


Gde Artison Andarawata dari Fraksi Demokrat mengharapkan bupati menggunakan perhitungan yang sangat cermat dalam menuangkannya dalam Keputusan Bupati sehingga ketersediaan cadangan pangan daerah dan desa dapat diantisipasi.


"Terhadap pengelolaan keuangan daerah akan dilakukan peningkatan sistem pengendalian intern, sosialisasi dan pembinaan hendaknya dilakukan secara terus menerus berkesinambungan sehingga penyimpangan dapat dihindarkan," tegasnya.


Nyoman Sukirta dari Fraksi Hanura mengingatkan adanya isu krisis pangan global dan bukan tidak mungkin Kabupaten Klungkung akan terdampak .


"Untuk itu agar perangkat daerah yang di tunjuk melakukan langkah-langkah operasional yang berkaitan dengan cadangan pangan daerah," tegasnya.


Nengah Aryanta dari Fraksi PDIP menyatakan banyak petani yang memasuki usia tua atau lansia ,dan berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan. 

Baca juga: Warga Padati Jalan Meski Hanya Geladi, Antusias Parade Budaya Semarakkan HUT RI ke-77 di Klungkung


"Maka hal yang mendesak dan segera dilakukan oleh Pemkab Klungkung adalah menciptakan kondisi agar Generasi muda tertarik untuk terjun pada sektor pertanian dalam rangka regenerasi petani," tegasnya.


Sementara Wayan Suarta dari Fraksi Gerindra mengharapkan Pemerintah Daerah memperhatikan aspek pengadaan, pengelolaan, dan penyaluran yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan menanggulangi kerawanan pangan, keadaan darurat dan pasca bencana dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas pangan. 


Dua Ranperda tersebut akhirnya sepakat disahkan menjadi Perda. Ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang dilakukan Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved