Berita Jembrana

Proyek 11 Sekolah Terancam Batal, Jembrana Bisa Kehilangan DAK Senilai Rp 7 Miliar

Terjadi gagal tender yang membuat setidaknya enam paket proyek berupa rehab dan pembangunan SD hingga SMP di Jembrana tak bisa terealisasi

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
SEKOLAH RUSAK - SDN 4 Melaya Jembrana yang kondisinya rusak parah dan belum mendapat perbaikan sejak 2018 lalu. Tahun ini ada 11 sekolah yang terancam batal dikerjakan karena terlambat tender. 

TRIBUN BALI.COM, NEGARA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana memperoleh anggaran Rp 16 miliar tahun 2022 ini.

Rencananya anggaran ini akan digunakan untuk memperbaiki 11 sekolah terdiri dari SD hingga SMP negeri.

Namun masalah muncul setelahnya.

Terjadi gagal tender yang membuat setidaknya enam paket proyek berupa rehab dan pembangunan SD hingga SMP tak bisa terealisasi.

Baca juga: Kekurangan Siswa, Disdikpora Akan Kaji Keluhan Beberapa Sekolah Dasar di Karangasem

Penyebabnya ditengarai karena keterlambatan proses tender.

"Ada enam paket yang batal, karena proses tendernya dibatasi. Jika sebelumnya sampai 31 Agustus, tapi saat ini menjadi 31 Juli. Sehingga paket yang belum selesai tender dari waktu itu batal dikerjakan," kata Kepala Jembrana'>Disdikpora  Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, Minggu 21 Agustus 2022.

Terkait masalah ini, Gusti Anom mengaku sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat.

Ia berharap ada kebijakan agar proyek rehab dan pembangunan sekolah yang sudah direncanakan bisa dikerjakan.

Dari total Rp 16 miliar yang diperoleh, Rp 7 miliar tak bisa digunakan. Nominal ini untuk enam paket rehab sekolah dan juga pembangunan.

Total ada 10 SD negeri dan 1 SMP negeri yang batal dikerjakan karena terlambat tender.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved