Berita Jembrana
Proyek 11 Sekolah Terancam Batal, Jembrana Bisa Kehilangan DAK Senilai Rp 7 Miliar
Terjadi gagal tender yang membuat setidaknya enam paket proyek berupa rehab dan pembangunan SD hingga SMP di Jembrana tak bisa terealisasi
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN BALI.COM, NEGARA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana memperoleh anggaran Rp 16 miliar tahun 2022 ini.
Rencananya anggaran ini akan digunakan untuk memperbaiki 11 sekolah terdiri dari SD hingga SMP negeri.
Namun masalah muncul setelahnya.
Terjadi gagal tender yang membuat setidaknya enam paket proyek berupa rehab dan pembangunan SD hingga SMP tak bisa terealisasi.
Baca juga: Kekurangan Siswa, Disdikpora Akan Kaji Keluhan Beberapa Sekolah Dasar di Karangasem
Penyebabnya ditengarai karena keterlambatan proses tender.
"Ada enam paket yang batal, karena proses tendernya dibatasi. Jika sebelumnya sampai 31 Agustus, tapi saat ini menjadi 31 Juli. Sehingga paket yang belum selesai tender dari waktu itu batal dikerjakan," kata Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, Minggu 21 Agustus 2022.
Terkait masalah ini, Gusti Anom mengaku sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat.
Ia berharap ada kebijakan agar proyek rehab dan pembangunan sekolah yang sudah direncanakan bisa dikerjakan.
Dari total Rp 16 miliar yang diperoleh, Rp 7 miliar tak bisa digunakan. Nominal ini untuk enam paket rehab sekolah dan juga pembangunan.
Total ada 10 SD negeri dan 1 SMP negeri yang batal dikerjakan karena terlambat tender.
Rinciannya, paket rehab ruang kelas di SDN 5 Tukadaya dan SDN 3 Tukadaya Rp 1,1 miliar, paket rehab ruang kelas di SD 5 Baluk dan SD 4 Kaliakah senilai Rp 1,2 miliar, paket rehab ruang kelas di SDN 1 Yehsumbul dan SDN 3 Yehembang Kauh senilai Rp 640 juta.
Kemudian paket pembangunan laboratorium komputer di SMPN 2 Pekutatan senilai Rp 475 juta, paket pembangunan ruang perpustakaan di SDN 1 Loloan Timur dan SDN 1 Loloan Barat senilai Rp 367 juta, serta paket pembangunan toilet di SDN 5 Pendem dan SDN 1 Pendem yang memiliki nilai Rp 302 juta.
Usulkan Tahun Depan
Dari 10 SD negeri dan 1 SMP negeri yang batal dikerjakan karena terlambat tender, SDN 4 Melaya, Jembrana juga belum bisa diperbaiki tahun ini.
Padahal sekolah ini kondisinya memprihatinkan. Siswa bahkan sempat belajar di tempat parkir karena ruang kelas mereka rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sdn-4-melaya-jembrana-yang-kondisinya-rusak-parah.jpg)