Breaking News

BREAKING NEWS Terbukti Lakukan Suap Pengurusan DID Tabanan, Dewa Wiratmaja Divonis 1,5 Tahun Penjara

Dewa Wiratmaja divonis 1,5 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar dalam kasus suap pengurusan DID Tabanan

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Foto: Dewa Wiratmaja divonis 1,5 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar dalam kasus suap pengurusan DID Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Dewa Nyoman Wiratmaja alias Dewo (46) dijatuhi vonis pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun) oleh majelis hakim.

Terdakwa yang merupakan dosen Universitas Udayana sekaligus mantan staf khusus eks Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti ini dijatuhi pidana karena terbukti terlibat melakukan suap sebesar Rp 600 juta dan 55.300 dolar Amerika terhadap dua pejabat Kementerian Keuangan dalam pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan anggaran 2018.

Amar putusan setebal 414 halaman untuk terdakwa Dewa Wiratmaja tersebut dibacakan majelis hakim pimpinan I Nyoman Wiguna dalam sidang yang digelar secara tatap muka di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Selasa 23 Agustus 2022.

Foto: Dewa Wiratmaja divonis 1,5 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar dalam kasus suap pengurusan DID Tabanan
Foto: Dewa Wiratmaja divonis 1,5 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar dalam kasus suap pengurusan DID Tabanan ()

Majelis hakim menyatakan, perbuatan Dewa Wiratmaja terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, sebagaimana dakwaan alternatif pertama jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dewa Wiratmaja dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Dewa Nyoman Wiratmaja berupa pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan dikurangi selama berada dalam tahanan," tegas hakim Nyoman Wiguna. Selain pidana badan, Dewa Wiratmaja juga dijatuhi pidana denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan.

Pun dalam amar putusan, majelis hakim mengurai hal meringankan dan memberatkan sebagai pertimbangan menjatuhkan vonis. Hal meringankan, terdakwa Dewa Wiratmaja bersikap sopan selama persidangan.

"Terdakwa melakukan perbuatan tersebut karena tugas meningkatkan perolehan anggaran untuk Kabupaten Tabanan, bukan untuk kepentingan pribadi," ucap hakim anggota, Gede Putra Astawa.

Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian negara. Perbuatan Dewa Wiratmaja juga tidak mendukung program pemerintah dalam rangka penyelenggaraan negara yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kemudian terdakwa tidak mengakui perbuatan saat dihadirkan di muka persidangan.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa penuntut KPK. Sebelumnya Jaksa Penuntut KPK melayangkan tuntutan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun) kepada Dewa Wiratmaja.

Terhadap putusan majelis hakim, Dewa Wiratmaja didampingi tim penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga disampaikan jaksa penuntut KPK. CAN

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved