Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

Harga Telur Meroket di Tabanan Bali, Per Krat Rp 52 Ribu

Harga telur per krat atau 30 butir di Tabanan mengalami lonjakan fantastis. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua pekan belakangan. Hal itu diketahui se

Tayang:
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Marianus Seran
Tribun Bali
 Pedagang telur Ni Kadek Sri Asih, 37 tahun, asal Mengwi Badung, saat menjajakan dagangan telur ayam miliknya di Jalan Pulau Batam Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Rabu 24 Agustus 2022. (TB/Ardhiangga Ismayana). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Harga telur per krat atau 30 butir di Tabanan mengalami lonjakan fantastis. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua pekan belakangan.

Hal itu diketahui setelah dilakukan penelusuran di beberapa gerai toko/penjual telur di Tabanan.

Harga per krat telur sebesar Rp 52 ribu.

Sedangkan normalnya, pada empat bulan lalu hanya sekitar Rp 35 ribu per kratnya.

Salah seorang pedagang, Ni Kadek Sri Asih, 37 tahun, asal Mengwi Badung, yang berjualan di Jalan Pulau Batam Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, mengatakan, bahwa sudah sejak pandemi dirinya berjualan di Tabanan.

Dan kenaikan ini terjadi puncaknya ialah pada dua Minggu belakangan ini.

Untuk telur per 30 butir itu, harga sebelumnya, ialah mulai dari Rp 35 ribu, untuk pembelian dari kandang peternak.

Sekarang dari kandang sekitar Rp 49 ribu, untun untuk telur berkuku dan besar.

“Sekarang kalau satu krat saya jual Rp 52 ribu.

Baca juga: Keluhkan Aroma Kaporit Air PDAM Gianyar, Takut Dampak Buruk Kesehatan, PDAM Cek Lab dan Saran Ini

Tapi kalau beli banyak (lebih dari lima krat) saya jual Rp 51 ribu,” ucapnya, Rabu 24 Agustus saat ditemui di lapak dagangannya.

Ia menjelaskan, bahwa dirinya mengambil telur dari kandang di daerah Penebel Tabanan.

Dan kenaikan sejatinya sudah terjadi sejak dua bulan belakangan, namun puncaknya dengan harga Rp 49 ribu sejak dua pekan belakangan.

Sebelumnya, pada dua bulan merangkak dari Rp 35 ribu kemudian naik bisa per pekan hingga menjadi Rp 49 ribu tersebut. 

“Kalau drastisnya ya dua mingguan ini. Biasanya di kandang dapat Rp 45 ribu, sebelum dua Minggu ini.

Dan itu pun susah untuk pencarian telur dari kandang. Jadi semua yang beli dari kandang (pedagang) dibatasi jadi biar sama-sama dapat,” ungkapnya.

Baca juga: KASUS Pembunuhan Berencana Brigadir J, Ini Pendapat Mantan Kabareskrim Polri

Sri Asih mengaku, biasanya bisa menjual telur dalam sehari sebanyak 50 krat per harinya.

Sedangkan saat upacara keagamaan maka bisa sampai 80 krat yang terjual.

Sedangkan untuk membeli dari kandang saat ini juga tidak semudah empat bulan lalu, hal itu dikarenakan setiap pedagang telur harus order terlebih dahulu.

Dan itu pun dibatasi. Sebelum ada pembatasan ia, bisa memesan hingga 180 krat per sekali beli di kandang.

Saat ini, sudah harus order dan dibatasi hanya 100 krat.

“Paling tidak 100 krat dua hari sudah habis. Saya juga jual eceran. Untuk eceran Rp 10 ribu itu, pembeli bisa dapat enam telur kecil kalau besar lima saja,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved