Berita Bali

Ivana Banting Setir Buka Patiseri di Bali, Omzet Usaha Naik Berkat Digitalisasi Bersama Grab dan OVO

Kisah Pemilik Usaha Bite Bali, Ivana Gabriella, usaha laundry terdampak pandemi dan terpaksa merumahkan karyawannya, banting setir buka patiseri

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Pemilik usaha Bite Bali, Ivana Gabriella - Ivana Banting Setir Buka Patiseri di Bali, Omzet Usaha Naik Berkat Digitalisasi Bersama Grab dan OVO 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memulai sesuatu yang baru tidaklah mudah, butuh tekad dan keberanian.

Namun yang dilakukan oleh para pelaku UMKM ini bisa menjadi inspirasi.

Di tengah banyaknya tantangan selama pandemi, mereka percaya akan ada hasil baik, asal tidak menyerah.

Pemilik usaha Bite Bali, Ivana Gabriella, mengambil keberanian untuk pindah haluan dengan berbisnis patiseri croissant setelah dirumahkan dan bisnis keluarganya merosot akibat pandemi.

Sementara, pemilik usaha Sayur Express di Jakarta, Amilus Sholikhah, banting setir dari bisnis katering sehat jadi jualan sayur segar.

Baca juga: 44 Pengusaha Ikuti Daftar OSS UMKM di Tabanan

Keduanya pun memutar otak untuk terus mengembangkan usahanya, dan menjadikan Grab sebagai bagian dari perjalanan sukses memperluas pangsa pasar dan akses konsumen melalui digitalisasi.

Berikut adalah Bite Bali yang telah merasakan kemudahan layanan GrabExpress dan kisah Sayur Express sebagai mitra merchant GrabMart.

Usaha Bite Bali yang didirikan oleh Ivana Gabrielle (23) telah berjalan dua tahun dengan produk andalannya yaitu patiseri croissant.

Ivana tidak menyangka bisa mendapatkan penghasilan dari usaha sendiri.

Jika bukan karena pandemi, sepertinya ide untuk merintis bisnis sendiri tidak akan terwujud.

Di awal pandemi, usaha laundry untuk pelanggan hotel yang telah dijalankan oleh keluarganya, merasakan dampak, sehingga terpaksa merumahkan karyawannya.

Selama di rumah saja, Ivana yang jago masak awalnya membuat kreasi singkong goreng untuk ditawarkan ke teman-teman orangtuanya dan mendapatkan respon positif lalu mulai menerima pesanan.

Peluang ini dimanfaatkan olehnya untuk mendapatkan penghasilan dan membantu perekonomian keluarga.

Setelah dua bulan menjalankan usaha singkong goreng, Ia memiliki ide untuk membuat produk baru yaitu croissant dengan isian krim kekinian (Lotus Biscoff) yang ternyata disukai oleh konsumen dan menjadi laris.

Sebagai industri rumah tangga, bisnis Ivana sangat bergantung pada bagaimana dia melayani pelanggan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved