Berita Bali

LONJAKAN Harga Tiket Pesawat Ancam Pemulihan Pariwisata Bali Pasar Domestik

Lonjakan harga tiket pesawat, mengancam pemulihan industri pariwisata di Bali, khususnya pada pasar domestik. Pasca pandemi Covid-19.

Istimewa
Lonjakan harga tiket pesawat, mengancam pemulihan industri pariwisata di Bali, khususnya pada pasar domestik. Ancaman pada pariwisata Bali ini, terjadi di tengah bangkitnya industri pariwisata Bali dalam membujuk wisatawan domestik berlibur ke Pulau Dewata. Demikian dikatakan Ketua IHGMA Bali, Dr. Yoga Iswara., BBA., BBM., MM., CHA. dalam siaran persnya Kamis, 25 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM - Lonjakan harga tiket pesawat, mengancam pemulihan industri pariwisata di Bali, khususnya pada pasar domestik.

Ancaman pada pariwisata Bali ini, terjadi di tengah bangkitnya industri pariwisata Bali dalam membujuk
wisatawan domestik berlibur ke Pulau Dewata.

Demikian dikatakan Ketua IHGMA Bali, Dr. Yoga Iswara., BBA., BBM., MM., CHA. dalam siaran persnya Kamis,
25 Agustus 2022.

Menurut Yoga Iswara, kenaikan harga tiket pesawat ini menyusul peningkatan fuel surcharge
(biaya tambahan bahan bakar) dari 5 persen, menjadi 15 persen.

Kebijakan tersebut termuat dalam revisi Keputusan Menteri Nomor 142 Tahun 2022 yang berlaku pada 4 Agustus 2022.

Selain karena kenaikan harga bahan bakar pesawat, kenaikan harga tiket juga terjadi karena
ketersediaan kursi pesawat dan maskapai yang terbang ke Bali terbatas.

Baca juga: MAHALNYA TIKET PESAWAT, Begini Tanggapan Garuda Indonesia Terkait Imbauan TBA dan TBB

Baca juga: TIKET PESAWAT Jakarta-Denpasar Mulai Rp 900 Ribuan, Ini Komentar Menpar Sandiaga Uno

Lonjakan harga tiket pesawat, mengancam pemulihan industri pariwisata di Bali, khususnya pada pasar domestik.

Ancaman pada pariwisata Bali ini, terjadi di tengah bangkitnya industri pariwisata Bali dalam membujuk
wisatawan domestik berlibur ke Pulau Dewata.


Demikian dikatakan Ketua IHGMA Bali, Dr. Yoga Iswara., BBA., BBM., MM., CHA. dalam siaran persnya Kamis,
25 Agustus 2022.
Lonjakan harga tiket pesawat, mengancam pemulihan industri pariwisata di Bali, khususnya pada pasar domestik. Ancaman pada pariwisata Bali ini, terjadi di tengah bangkitnya industri pariwisata Bali dalam membujuk wisatawan domestik berlibur ke Pulau Dewata. Demikian dikatakan Ketua IHGMA Bali, Dr. Yoga Iswara., BBA., BBM., MM., CHA. dalam siaran persnya Kamis, 25 Agustus 2022. (Istimewa)

 

“Ketimpangan antara supply dan demand itu, menaikkan harga tiket pesawat ke Bali,” cetus Yoga
Iswara, alumnus program doktor Pariwisata Universitas Udayana.

Himpitan Keras

Lebih jauh Dr. Yoga Iswara menyampaikan, bahwa perkembangan pariwisata Bali kini merasakan
himpitan keras.

“Minat wisatawan domestik mulai tumbuh, tetapi kini dihadang oleh harga tiket yang melonjak
dan keterbatasan jumlah penerbangan ke Bali, angka kunjungan terancam merosot tajam,” tutur
Yoga Iswara.

Yoga Iswara memaparkan bahwa Bali pada masa pandemi Covid-19, dihidupkan oleh pasar domestik dan hingga
sekarang potensi pasar domestik untuk Bali sangatlah besar dan berkesinambungan.

Banyak industri pariwisata di Bali mengubah mindset, yang sebelum pandemi lebih terfokus pada
wisatawan mancanegara, namum dengan pengalaman pandemi Covid-19, memaksa mereka
untuk fokus juga ke pasar domestik.

Tahun 2020, jumlah perjalanan domestik di Nusantara mencapai sekitar 518,59 juta, hampir 2
kali lipat jumlah penduduk Indonesia.

Sedangkan, untuk kedatangan domestik di Bali sendiri mencapai 30.000 pax per harinya atau sekitar 900.000 pax per bulannya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved