Berita Karangasem
Harga Telur Naik di Karangasem, Harga Telur Super Pertrai Naik Menjadi Rp 53 Ribu
Harga telur mengalami peningkatan di peternak di Karangasem, Harga telur super pertrai naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 53 ribu
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Harga telur mengalami peningkatan di peternak.
Harga telur super pertrai naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 53 ribu, telur besar meningkat dari Rp 46 ribu menjadi Rp 50 ribu, telur sedang dari Rp 42 ribu menjadi Rp 46 ribu, sedangkan telur kecil meningkat dari Rp 38 ribu menjadi Rp 42 ribu pertrai.
Peternak ayam asal Kecamatan Manggis, Nyoman Sumadi mengatakan, harga telur naik sejak seminggu lalu.
Pemicunya karena beberapa faktor, diantaranya pemintaan telur di pasaran lebih tinggi dibandingkan produksi.
Baca juga: Harga Telur Meroket di Tabanan Bali, Per Krat Rp 52 Ribu
Kondisi ini mengakibatkan harga telurnya mengalami peningkatan.
"Produksi telur mengalami penurunan sejak Covid-19. Banyak peternak menjual ayamnya saat pandemi. Peternak mengaku tak mampu membeli pakannya. Dulu saya punya 40 ribu ekor, sekarang ayam sisa 15 ribu,"ungkap Sumadi, Kamis 25 Agustus 2022.
Ditambahkan, dari 30 peternak ayam telur di Pasedahan, Karangasem, Bali, sebanyak 20 orang bangkrut.
Sedangkan sisanya masih bertahan dengan populasi ayam sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini terjadi saat pandemi Covid-19.
Ditambah lagi harga pakan meningkat naik drastis.
"Ada beberapa yang masih bertahan. Seperti contoh saya dulu ada 40 ribu ekor, tapi sekarang sisa sekitar 15 ribu,"tambah Sumadi.
Saat pandemi penjualan telur agak seret.
Kemungkinan karena perekonomian masyarakat belum pulih secara total.
Faktor kedua karena harga pakan ternak mengalami peningkatan beberapa rupiah.
Seperti sentrat, jagung dan pakan ternak pabrikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peternak-ayam-telur-sedang-memantau-kondisi-ternaknya.jpg)