Berita Bangli

Imbas Ditutupnya Pasar Hewan Kayuambua Bangli, Pendapatan Daerah Hilang Diprediksi hingga Rp 33 Juta

Pasar Hewan Kayuambua Bangli tidak beroperasi akibat wabah PMK, potensi pendapatan daerah yang hilang diprediksi mencapai Rp 33.320.000

Istimewa
Vaksinasi PMK di wilayah Kelurahan Kubu, Bangli, Bali, Rabu 24 Agustus 2022 - Imbas Ditutupnya Pasar Hewan Kayuambua Bangli, Pendapatan Daerah Hilang Diprediksi hingga Rp 33 Juta 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hampir dua bulan Pasar Hewan Kayuambua, Kecamatan Susut, Bangli, Bali, tidak beroperasi akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Imbas tutupnya pasar ini, potensi pendapatan daerah dari sektor retribusi hilang.

Mengacu data dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, potensi pendapatan daerah yang hilang diprediksi mencapai Rp 33.320.000.

Humas Satgas Penanggulangan PMK Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa menjelaskan, Pasar Hewan Kayuambua beroperasi tiga hari sekali.

Baca juga: Pusat Minta Bali Nol Kasus PMK , Tapi Pengawasan Lalulalang Mobil Pengangkut Sapi Masih Rendah

Setidaknya ada 17 kali pasaran yang hilang, jika dihitung sejak tanggal 5 Juli hingga akhir bulan Agustus.

"Dalam sekali pasaran rata-rata penerimaan daerah yang hilang dari Pasar Hewan Kayuambua mencapai Rp 1.960.000. Kalau ditotal seluruhnya, potensi pendapatan daerah yang hilang mencapai Rp 33.320.000," sebutnya, Kamis 25 Agustus 2022.

Dirgayusa mengatakan, alasan belum dibukanya Pasar Hewan Kayuambua karena masih menunggu rekomendasi dari Satgas Provinsi Bali.

Adapun soal statement Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali soal dibukanya kembali pasar hewan mulai minggu depan, Dirgayusa mengaku belum tahu hal tersebut.

"Kami belum menerima informasinya. Begitu pun dari Dinas PKP Bangli juga belum menginformasikan pada kami soal pembukaan Pasar Hewan Kayuambua," ungkap dia.

Pihaknya tidak memungkiri, selain berdampak pada pendapatan daerah, ditutupnya Pasar Hewan Kayuambua juga berdampak pada masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved