Breaking News:

Berita Bali

Sah Menjadi Bupati Buleleng, Ini Alasan Koster Ajukan Lihadnyana Jadi PJ Bupati Buleleng

Sah Menjadi Bupati Buleleng, Ini Alasan Koster Ajukan Lihadnyana Jadi PJ Bupati Buleleng

Tribun bali/sari
Penjabat (PJ) Bupati Buleleng, Ir. Ketut Lihadnyana,M.MA ketika dilantik pada, Sabtu 27 Agustus 2022. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Ketut Lihadnyan selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Provinsi Bali resmi dilantik menjadi Penjabat (PJ) Bupati Buleleng Periode Tahun 2022 hingga Pilkada Serentak 2024 pada, Sabtu 27 Agustus 2022 di Wiswa Sabha, Denpasar.

Lihadnyana langsung dilantik menjadi PJ Bupati Buleleng oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam sambutannya Koster mengatakan, Menteri Dalam Negeri telah menetapkan keputusan Nomor 131.51/5118 Tahun 2022 Tanggal 12 Agustus 2022 tentang pengangkatan Penjabat Bupati Buleleng Provinsi Bali dengan memutuska Ir. Ketut Lihadnyana sebagai Penjabat Bupati Buleleng.

Penjabat (PJ) Bupati Buleleng, Ir. Ketut Lihadnyana,M.MA ketika dilantik pada, Sabtu 27 Agustus 2022.
Penjabat (PJ) Bupati Buleleng, Ir. Ketut Lihadnyana,M.MA ketika dilantik pada, Sabtu 27 Agustus 2022. (istimewa)

“Pengisian Penjabat Bupati ini merupakan amanat dari UU Nomor 6 Tahun 2016 yang menegaskan bahwa untuk mengisi kekosongan Jabatan Bupati dan Wakil Bupati sampai dilantiknya Bupati hasil penilaian serentak nasional pada Tahun 2024. Sekarang 27 Agustus 2022 lalu pilkada serentak 2024, jadi 2023 satu tahun, 2024 dua tahun sampai dilantik. Jadi ini cukup lama jadi pejabat Bupati seperti Bupati Kognitif tanpa Pilkada,” jelasnya.

Ia juga turut menyatakan apa alasannya mengusulkan lihadnyana untuk menjadi Penjabat Bupati Buleleng. Menurut Koster prestasi Lihadnyana sebagai Kepala BKD Provinsi Bali cukup banyak dan bagus. Salah satunya pada manajemen kepegawaian dimana sudah total menggunakan sistem digital.

Dan sebagai Kepala BKD juga dari enam yang dilombakan diseluruh Indonesia dibidang kepegawaian provinsi Bali meraih 4 kategori terbaik. Prestasi-prestasi itulah yang membuat Lihadnyana terpilih menjadi PJ Bupati Buleleng disamping karena ia berasal dari Buleleng, Busungbiu.

“Kebetulan ia berasal dari Buleleng dan sudah biasa berinteraksi dengan masyarakat Buleleng dengan gaya dan budayanya. Yang terpenting keberanian dan ketegasan didalam menajalankan tugas. Sudah pernah dicoba menjadi Plt. Bupati Badung, jadi sudah pengalaman menjadi Bupati di Badung setahun,” imbuhnya.

Koster mengatakan tentu saja ini merupakan kepercayaan yang betul-betul harus dijalankan dengan tertib, disiplin dan tanggung jawab. Mengenai tugas yang diberikan sudah diamanatkan langsung dalam SK Menteri Dalam Negeri. Yakni pertama memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lalu yang kedua memilihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. Yang ketiga melakukan merancangkan peraturan daerah serta menandatangi perda inisiasi baru setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari menteri dalam negeri.

Yang keempt melakukan pengisian jabatan dan mutasi pegawai, membatalkan perizinan yang dikeluarkan pejabat sebelum atau mengeluarkan perizinan yang berbeda yang dikeluarkan pejabat sebelumnya. Kelima membuat kebijakan yang berbeda dengan program sebelumnya dengan mendapatkan persetujuan tertulis dalam Menteri Dalam Negeri. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved