Berita Badung
Bali akan Menjadi Prioritas Vaksin PMK, Kementrian Siapkan 20 Juta Dosis dari Anggaran APBN
Provinsi Bali diminta untuk lebih menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) oleh pemerintah pusat. Pasalnya Bali akan menjadi prioritas va
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Provinsi Bali diminta untuk lebih menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) oleh pemerintah pusat.
Pasalnya Bali akan menjadi prioritas vaksin PMK.
Pemerintah pusat pun melalui Kementrian kesehatan kini sudah menyiapkan 20 Juta dosis vaksin. Semua vaksin itu ditarget disuntikkan sampai akhir Desember 2022.
Hal itu pun disampaikan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc saat ditemui Tribun Bali pada Rabu 25 Agustus 2022 kemarin.

"Jadi Bali akan menjadi prioritas vaksinasi jelang G20. Kita tidak mau ada kasus PMK lagi di Bali," katanya.
Diakui, salah satu alasan pemerintah memprioritaskan Bali lantaran akan ada event terbesar yakni G20. Selain itu pula sapi Bali juga menjadi icon dunia, pasalnya sapi Bali sangat diminati di seluruh Indonesia.
"Saya minta kalau ada sapi yang memiliki gejala PMK dan klinis, diharapkan dilakukan pemotongan bersyarat untuk menekan penyebaran virus. Ini virus, tidak ada obatnya, namun hanya bisa dicegah melalui vaksin," akunya.
Nasrullah mempertegas jika seluruh ternak yang berpotensi penular PMK akan di vaksinasi. Diakui pemerintah pusat sudah menyiapkan 20 juta dosis vaksin dari anggaran APBN.
"Nanti vaksin PMK dari mitra kita juga ada sebanyak 1 juta dosis. Selain hewan ternak di Bali menjadi prioritas vaksin, Bali juga akan diberikan anggaran obat-obatan termasuk sarana penunjang yakni tempat vaksin," tegasnya sembari meminta sarankan saya pada BPBD Bali, vaksinator harus digencarkan, termasuk TNI polri wajib membantu sesuai perintah Kapolri.
Namun untuk nasional, pemerintah pusat menargetkan 150 ribu dosis vaksin. Namun khusus untuk total target vaksinasi hewan di Bali, pihaknya mengaku tidak mengetahuinya dengan detail, yang jelas Bali akan menjadi prioritas.
"Untuk vaksinasi kita menyarankan Satgas PMK provinsi berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti kedokteran Unud dan yang lainnya agar proses vaksinasi bisa lebih cepat," imbuhnya.
Sementara Kadis Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Badung, Wayan Wijana yang dikonfirmasi Kamis 25 Agustus 2022 mengakui hal tersebut. Bahkan pihaknya sudah langsung mengejar pelaksanaan vaksin PMK baik pertama maupun yang ke dua.
"Kita sudah upayakan dengan maksimal. Namun kita akui yang menjadi kendala adalah kurangnya tim vaksinator," jelasnya.
Namun berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Badung, jumlah vaksinasi pertama sampai Kamis 24 Agustus 2022 sebanyak 18.205 ekor hewan yang tervaksin. Begitu juga untuk vaksin ke II sudah mencapai 2.774 ekor.
Namun jika dilihat dari jumlah populasi ternak yang rentang terhadap PMK di Badung data tersebut masih jauh. Untuk diketahui total populasi sapi di Badung ada 34.141 diantaranya sapi perah 22 ekor, kerbau 2 ekor, babi 23.116 ekor, kambing 482 ekor.
"Kita akan lakukan bertahap, dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses vaksinasi, sesuai arahan pemerintah pusat," imbuhnya. (*)