Sponsored Content

Komisi III DPRD Klungkung Sidak ke Nusa Penida, Antisipasi Kebocoran Retribusi Wisatawan

Komisi III DPRD Klungkung Sidak ke Pos Pungutan Retribusi, Antisipasi Kebocoran Retribusi Wisatawan ke Nusa Penida

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
Komisi III DPRD Klungkung saat sidak ke pos pungutan retribusi wisatawan di Nusa Penida, Selasa (30/8/2022). ist 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Pungutan restribusi wisatawan ke Nusa Penida, menjadi sorotan Komisi III DPRD Klungkung. Anggota dewan mencurigai pungutan retribusi terhadap wisatawan di Nusa Penida rentan bocor.

Hal ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Klungkung, Sang Nyoman Pitrayasa saat melakukan observasi ke Nusa Penida, Selasa (30/8/2022). Menurutnya komisi III langsung turun ke Pelabuhan Sampalan dan Banjar Nyuh untuk melihat langsung pemungutan retribusi terhadap wisatawan.

"Pemungutan retribusi di Pelabuhan Sampalan, tepatnya di depan Kantor Camat Nusa Penida kami curigai rentan bocor. Kalau yang di Pelabuhan Banjar Nyuh kami lihat lebih tertib," ungkap Sang Nyoman Putrayasa, Selasa (30/8/2022).

Komisi III DPRD Klungkung saat sidak ke pos pungutan retribusi wisatawan di Nusa Penida, Selasa (30/8/2022). ist
Komisi III DPRD Klungkung saat sidak ke pos pungutan retribusi wisatawan di Nusa Penida, Selasa (30/8/2022). ist (TB/Istimewa)

Menurutnya ada beberapa praktek yang mulai dilakukan pemandu atau wisatawan agar dapat lolos dari pungutan retribusi di Pelabuhan Sampalan.

Misalnya saja ketika turun dari boat, wisatawan diminta berjalan ke timur ataupun barat pesisir pantai. Lalu pemandu wisata menjemputnya di tempat lain, sehingga sopir tidak melewati pos retribusi wisatawan tidak sampai dipungut retribusi.

Bahkan Komisi III juga melihat beberapa mobil menjemput wisatawan lewat begitu saja, tidak dipungut retribusi.

"Jangan sampai ada petugas retribusi yang 'bermain mata' dengan pelaku wisata. Ini yang perlu dihindari, jangan sampai ada kebocoran retribusi," jelasnya.

Pihak dewan pun mendorong eksekutif untuk bisa memberikan peringatan ke para pemungut retribusi, agar lebih ketat lagi melakukan pengutan. Jangan sampai ada petugas pungut yang bekerja sama dengan pelaku pariwisata, untuk meloloskan wisatawan dari retribusi.

Serta dalam jangka panjang, harus dikasi pungutan wisatawan saat masuk ke kawasan Nusa Penida. Menurut anggota dewan, akan lebih efektif jika kedepan wisatawan dipungut retribusi di setiap destinasi wisata.

"Kedepan pungutan retribusi ke Nusa Penida ini bisa dikaji lagi, sebaiknya dipungutnya di destinasi wisata. Sehingga pungutam retribusi ini bisa lebih efektif," tegasnya. (mit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved