Berita Karangasem
Lahan Pertanian Garam di Pengalon Terkikis Air Laut
Lahan pertanian garam warga di Banjar Pengalon, Desa Antiga Kelod, Keecamatan Manggis, Kab. Karangasem terus tergerus air laut.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Harun Ar Rasyid
AMLAPURA, TRIBUN BALI. COM - Lahan pertanian garam warga di Banjar Pengalon, Desa Antiga Kelod, Keecamatan Manggis, Kab. Karangasem terus tergerus air laut.
Sedikit demi sedikit area lahan prtanian garam trkikis, apalagi saat laut pasang dan ketinggian gelombang cukup tinggi.
Komang Suidep, warga Pengalon mengaku, lahan pertanian garam warga tergerus sejak dulu.
Setiap tahunnya berpindah karena lahan garam sebelumnya terkikis.
Beberapa petani garam terpaksa berhenti karena lahannya sudah hilang di caplok air laut. Sbagain lahan parkir jukung terkikis.
"Setiap tahun pasti ada abrasi di Pengalon. Lahan petani garam teerkikis. Lahan area parkir jukung terus maju dikarenakan tergerus air laut. Kemungkinan akan terus abrasi," ungkap Komang Suidep, Jumat 2 September 2022.
Apalagi saat ini laut pasang, gelombang pasti menerjang lahan pertanian gaaram. Pihaknya berharap, peemerintah bisa memasang tanggul untuk mengantisipasi abrasi.
Mengingat pesisir pantai dengan prmukiman penduduk semakin dekat. Jarak sekitar 500 meter dari permukinan warga.
Sebelumnya, Kabid Sumber Daya Air (SDA), Dinas Perumahan dan PUPR Kab. Karangasem, Made Wiguna, membenarkan.
Lahan warga yang berada di Pesisir Pantai daari Yeh Malet, Desa Antiga Klod, hingga Kecamatan Kubu rawan abrasi. Hampir dibeeberapa titik lahan warga sering ada abrasi.
Dari 87 kilometer panjang garis pantai di Kab. Karangasem, sepanjang 31 kilometer garis pantai terancam abrasi karena belum dibangun revetment di Pesisir Pantai.
Sedangkaan 56 kilomeeter kondisi Pesisir Pantai amaan dikarenakan ada pengaman. Seperti revetment, bebatuan serta karang.
31 kilometer pesisir pantai yang berpotensi abrasi karena hanya berpasir. Tak adanya revetment untuk melindungi daratan dari ombak pantai, terutama saat laut pasang.
Pantai berpotensi abrasi belum ada penangganan dari Peemerintah maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali.
Tahun 2023, kata Made Wiguna, sekitar 5 kilometer pesisir pantai di Kab. Karangasem yang terancam abrasi rencana akan ditangani BWS kerjasama JICA. Penanggananya dari Pantai Buitan, Kecamatan Manggis - Candidasa, Bugbug, Kec. Karangasem. Sistem dengan cara mebangun tanggul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/msdamsd-ad-sd.jpg)