Berita Bali

968 Ribu Lebih Wisatawan Masuk Bali, ASTINDO Travel Fair 2022 Tawarkan Berbagai Paket Tour

ASTINDO Travel Fair, sampai akhir Agustus jumlah perjalanan luar negeri yang masuk ke Bali sudah mencapai 968.935 orang

Istimewa
ASTINDO Travel Fair 2022 - 968 Ribu Lebih Wisatawan Masuk Bali, ASTINDO Travel Fair 2022 Tawarkan Berbagai Paket Tour 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seiring dengan misi untuk mereaktivasi industri pariwisata dan mendukung pemulihan ekonomi nasional, Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) kembali menggelar ASTINDO Travel Fair di Atrium Utama Lippo Mall Kuta, Badung, Bali, tanggal 2-4 September 2022.

Saat ini pariwisata Bali sudah mulai bergeliat.

Sampai akhir Agustus jumlah perjalanan luar negeri yang masuk ke Bali sudah mencapai 968.935 orang yang terdiri dari 900.872 WNA dan 68.063 WNI.

Tentunya dari jumlah tersebut sekitar 40 persen adalah wisatawan yang bertujuan berwisata.

Baca juga: PARIWISATA BALI Bangkit, Hadirnya Bali & Beyond Travel Fair Diapresiasi APPMB

Dibukanya Bali bagi penerbangan internasional diharapkan bisa direspon dengan usaha yang maksimal dari pelaku usaha pariwisata di Bali, dengan memberikan pelayanan yang maksimal sehingga citra Bali terus bersinar dan akan menjadi titik awal kebangkitan pariwisata Bali.

“Sampai saat ini sudah ada 23 penerbangan internasional dari 19 kota di dunia mendarat di Bali. Hal ini juga juga harus ditanggapi dengan menjaga jangan sampai ada isu-isu negatif di masa-masa sulit ini yang bisa menjatuhkan image Bali di mata internasional,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, di sela-sela ASTINDO Travel Fair, Jumat 2 September 2022.

Menurutnya, dalam upaya pemulihan pariwisata, Bali tidak boleh mengalami kegagalan karena akan berdampak kurang baik terhadap citra Bali di mata dunia, yang bisa berakibat kontra produktif terhadap upaya pemulihan pariwisata.

Tjok Bagus Pemayun mengapresiasi kegiatan Travel Fair ini, karena saat ini Bali sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan yang bisa membangkitkan dunia usaha pariwisata sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan yang datang ke Bali.

“Sejak awal tahun 2020 kita menghadapi ujian terberat yang belum pernah sama sekali kita rasakan di masa-masa sebelumnya. Pandemi Covid-19 ini merupakan musibah global yang saling mempengaruhi antardaerah, antarnegara maupun antarbenua,” imbuhnya.

Menurutnya, hampir seluruh negara di dunia terdampak Covid-19, termasuk di Indonesia dan di Bali.

Pandemi ini telah menimbulkan dampak luas dan serius dalam berbagai bidang kehidupan yaitu kesehatan, sosial, dan ekonomi dan yang paling kita rasakan di Bali adalah pariwisata, karena sebagian besar masyarakat Bali bergantung dari sektor pariwisata.

“Maka dari itu, mulai tahun 2022 ini, kita harus mulai berani kembali berpromosi dengan membuat berbagai kegiatan travel fair, sales mission, pameran dan menyelenggarakan event pariwisata,” ungkap Bagus Pemayun.

Dengan adanya kegiatan seperti Astindo Travel Fair seperti ini akan memberikan kesempatan bagi anggota khususnya untuk bisa memasarkan produknya, sehingga bisa dikenal masyarakat maupun calon wisatawan sehingga akan terjadi pergerakan ekonomi dan akan berdampak kepada masyarakat.

ASTINDO Bali secara rutin menyelenggarakan Travel Fair sejak 2018 sampai 2020, dengan tujuan membantu para anggota (travel agent) di seluruh Bali agar dapat melakukan promosi kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved