Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

PENELUSURAN Rumah Kos Terduga Teroris F, Begini Penuturan Tetangga di Denpasar Bali

Saat Tribun Bali mengetuk pintu rumah kos terduga teroris F pada Jumat 9 September 2022 pukul 16.10 WITA, terdengar suara gemericik air dari dalam.

Tayang:
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tribun Bali/ Gusping
Berkat adanya informasi dari warga sekitar, Tribun Bali berhasil sampai di rumah kos terduga teroris F. Di depan pintu rumah, terdapat beberapa helai tali yang digunakan untuk menjemur pakaian. Saat Tribun Bali mengetuk pintu rumah kos terduga teroris F pada Jumat 9 September 2022 pukul 16.10 WITA, terdengar suara gemericik air dari dalam rumah, tanda rumah tersebut ada penghuninya. 

Setelah menikah, terduga teroris F sempat bekerja di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai teknisi listrik.

Berkat adanya informasi dari warga sekitar, Tribun Bali berhasil sampai di rumah kos terduga teroris F.

Di depan pintu rumah, terdapat beberapa helai tali yang digunakan untuk menjemur pakaian.

Saat Tribun Bali mengetuk pintu rumah kos terduga teroris F pada Jumat 9 September 2022 pukul 16.10 WITA, terdengar suara gemericik air dari dalam rumah, tanda rumah tersebut ada penghuninya.
Berkat adanya informasi dari warga sekitar, Tribun Bali berhasil sampai di rumah kos terduga teroris F. Di depan pintu rumah, terdapat beberapa helai tali yang digunakan untuk menjemur pakaian. Saat Tribun Bali mengetuk pintu rumah kos terduga teroris F pada Jumat 9 September 2022 pukul 16.10 WITA, terdengar suara gemericik air dari dalam rumah, tanda rumah tersebut ada penghuninya. (Tribun Bali/ Gusping)

S mengatakan, pindahnya terduga teroris F ke Lumajang, Jawa Timur untuk menjadi relawan korban erupsi Gunung Semeru.

Selain menjadi relawan, terduga teroris F memang merencanakan untuk menetap di Lumajang, Jawa Timur.

Terduga teroris F diketahui sudah 5 bulan tinggal di Lumajang, Jawa Timur, yakni sejak Maret 2022.

Lebih lanjut, S menambahkan, warga kerap kali merangkul terduga teroris F beserta keluarganya dalam setiap acara.

Tak mendapat respon positif, S dan warga gang tersebut malah dilaporkan ke kepala desa karena dianggap menganggu kenyamanan.

“Disini ada acara itu (acara agama) aja gak mau, diajak gak mau. Malah laporan ke desa. Berisik katanya,” tutur S saat ditemui Tribun Bali pada Jumat 9 September 2022.

S tak menduga bahwa terduga teroris F terlibat jaringan terorisme.

Warga di gang tersebut malah mendapat informasi dari pedagang sekitar bahwa terduga teroris F dibekuk Densus 88 di Lumajang.

S mengatakan, para pedagang di sekitar gang tersebut mengetahui informasi prihal penangkapan terduga teroris F lantaran sang ibu terduga teroris F curhat ke pedagang sekitar.

“Malah ibunya lapor ke pedagang, ngomong ke orang - orang kalau anaknya ketangkap. Ya dari pedagang akhirnya nyebar,” pungkas S saat ditemui Tribun Bali pada Jumat 9 September 2022. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved