Itsus Dalami Dugaan Tiga Kapolda di Kasus Brigadir J, Nico Afinta dan Panca Putra Membantah
Itsus Dalami Dugaan Tiga Kapolda di Kasus Brigadir J, Nico Afinta dan Panca Putra Membantah
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih menyimpan misteri adanya dugaan keterlibatan Kapolda Metro Jaya, Kapolda Sulawesi Utara, dan Kapolda Jawa Timur.
Nama tiga jenderal bintang dua ini santer diberitakan beberapa hari ketiganya yaitu, Irjen Fadil Imran, Irjen Panca Putra, dan Irjen Nico Afinta.
Hingga saat ini Timsus kasus Brigadir J belum memanggil ketiganya terkait kasus tersebut.
Namun, Irjen Nico Afinta dan Irjen Panca Putra membantah adanya keterlibatan dalam kasus Brigadir J.
Sementara itu, satu kapolda lainnya yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran belum berkomentar.
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Fadil Imran Disebut-sebut Masuk Pusaran Kasus Brigadir J, Ini Penjelasan Polri
Terpisah Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto meminta Polri untuk menjelaskan soal ada atau tidaknya keterlibatan ketiga Kapolda tersebut.
Menuturnya ada tidaknya keterlibatan tiga kapolda harus dijelaskan pada masyarakat dengan transparan agar tak memunculkan asumsi-asumsi liar.
Kapolda Jatim dan Sumut Bantah Terlibat Skenario Kasus Kematian Brigadir J
Polri menyebut Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta dan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Panca Putra Simanjuntak telah membantah terlibat dalam pusaran kasus Brigadir Yosua.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut dua Kapolda itu tidak ada 'melobi' perwira tinggi (Pati) Polri saat kasus itu muncul seperti isu yang beredar saat ini.
Baca juga: Update Kasus Ferdy Sambo: Hasil Tes Kebohongan, Keterlibatan 3 Kapolda Hingga Pengakuan Viral ART
"Bapak Kapolda Jatim dan Sumut telah memastikan tiga pernah menghadap siapapun Pati Polri untuk mencoba mengintervensi kasus tersebut.
Mereka juga menyatakan tidak terlibat dalam skenario apapun dalam perkara tersebut," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (9/9/2022).
Namun, Dedi tidak menyebut soal Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang namanya juga terseret dalam isus tersebut.
"Sudah jelas sampai saat ini belum ada dari itsus terkait hal tersebut," ucapnya.
Itsus Belum Melakukan Pemeriksaan dan Pendalaman soal Dugaan Keterlibatan 3 Kapolda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/irjen-nico-afinta-calon-kuat-pengganti-listyo-sigit.jpg)