Berita Bali

Mendulang Untung Ekologi dan Ekonomi dari Serumpun Bambu

Bambu juga mampu menyimpan air, dimana satu rumpun bambu mampu menyimpan 5 ribu liter air per musim hujan.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
Yayasan Bambu Lestari (YBL) 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Siapa yang menyangka, ternyata tanaman bambu memiliki banyak keutamaan termasuk dari sisi ekologis, misalnya, ketika bambu seperti halnya mangrove dan gambut, mampu memulihkan lahan kritis.

Bambu juga mampu menyimpan air, dimana satu rumpun bambu mampu menyimpan 5 ribu liter air per musim hujan.

Air yang kemudian dilepaskan kembali ke tanah pada musim kemarau itu mampu menyerap karbondioksida.

Bahkan satu hektare hutan bambu mampu menyerap dan menahan 50 ton karbon dioksida setiap tahunnya.

Yayasan Bambu Lestari (YBL)
Yayasan Bambu Lestari (YBL) (TB/Istimewa)

Bambu juga bisa tumbuh di lahan miring serta menstabilkan lahan rawan longsor.

Dengan demikian, bambu menjadi tanaman yang tepat untuk upaya restorasi lahan kritis, perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS), mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta pencegahan bencana.

Dari sisi ekonomi, bambu dapat dibudidayakan sebagai tanaman pelestari secara berkelanjutan.

Dengan metode Hutan Bambu Lestari (HBL) bambu dapat dipanen secara reguler tanpa mengurangi fungsi hutan bambu sebagai daerah tutupan hijau serta konservasi air.

Lebih dari itu, kemampuan bambu dalam menyimpan air menciptakan sebuah lingkungan kondusif bagi budidaya tanaman pangan dan produktif lainnya.

Bambu juga dapat diolah menjadi beraneka ragam produk, termasuk produk-produk yang selama ini telah akrab dengan tradisi masyarakat lokal di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved