Berita Tabanan

Kebakaran di Gedong Dalem Pura Dalem Meliling, Warga Berhamburan, Dugaan Api dari Pembakaran Mayat

Gedong Dalem Pura Dalem Banjar Adat Desa Meliling terbakar, Selasa 13 September 2022. Kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta. Api berhasil dipadamka

istimewa
Proses pemadaman Gedong Dalem oleh petugas PMK Tabanan, Selasa 13 September 2022. (ist). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Gedong Dalem Pura Dalem Banjar Adat Desa Meliling terbakar, Selasa 13 September 2022. Kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta.

Api berhasil dipadamkan dengan tiga mobil PMK yang terjun ke lapangan. Satu jam api berhasil dijinakkan petugas. Tidak meluas ke areal lainnya.

 


Kapolsek Kerambitan, AKP Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan kebakaran gedong dalem Pura Dalem Banjar Adat Meliling, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Tabanan terjadi sekitar pukul 13.30 Wita.

Kejadian berawal dari laporan warga setempat. I Made Suakda, saksi pelapor, 61 tahun yang mendapati kepulan asap. Saat itu saksi sedang angon atau menggembalakan bebek di sebelah pura.

“Saksi yang mengetahui kemudian melapor ke warga sekitar. Warga berhamburan dan mencoba memadamkan api. Petugas PMK dengan tiga mobil turun memadamkan api, beberapa saat setelah kebakaran terjadi,” ucapnya.

Baca juga: Bocah yang Diculik dan Dirudapaksa di Buleleng Dikabarkan Hamil, Ini Kata Polisi


Sri Subakti menjelaskan, pemadaman kebakaran itu baru bisa dilakukan sekitar satu jam setelah kejadian. Petugas masuk ke areal pura, kemudian membuka atap gedong dalem yang terbuat dari ijuk.

Dugaannya, api berasal dari pembakaran bade (tempat mayat).

Sebelumnya, warga melaksanakan kegiatan upacara pengabenan di setra.

Baca juga: Realisasi BLT BBM di Badung Sampai 99 Persen, Sisanya Tidak Dibayarkan Karena PKM Meninggal

Jarak antara tempat pembakaran dan pura sekitar 50 meter.

Ditambah lagi angin cukup kencang. Dugaan sementara, maka asal api dari bade yang dibakar itu.

“Penyebab kebakaran diperkirakan dari percikan api pembakaran bade (tempat mayat). Karena pada saat itu ada upacara pengabenan.

Ditambah lagi, angin bertiup cukup kencang, saat itu,” ungkapnya.

Mantan Kasatintel Jembrana ini menambahkan, untuk kerugian. Banjar Adat Desa Meliling mengalami kerugian Rp 80 juta akibat kejadian tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved