Pemilu 2024

116 Pemilih Yang Dinyatakan Meninggal Adalah Data dari Kemendagri, KPU Badung akan Kroscek

116 Pemilih Yang Dinyatakan Meninggal Adalah Data Dari Kemendagri, KPU Badung Akui Sudah Lakukan Kroscek

TB/Istimewa
Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung akui jika data yang menyatakan 116 pemilih dinyatakan sudah meninggal adalah data dadi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Bahkan usai menerima data itu pihaknya di Badung langsung melakukan kroscek mengingat Badung paling banyak ditemukan kasus tersebut.

Diakui untuk Badung di sebutkan ada 90 orang yang masih hidup namun sudah mendapatkan akta kematian.

Namun setelah dicek tidak semua orang meninggal namun ada yang masih hidup.

Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta
Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta (TB/Istimewa)

Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta tak menampik hal tersebut. Pihaknya mengaku turun ke desa-desa untuk memastikan data tersebut

" Karena ada informasi itu, kita langsung turun ke desa dan kita yang konfirmasi. Termasuk juga koordinasi dengan Disdukcapil Badung," ucapnya

Diakui dari temuan itu, data tersebut berkisar di tahun 2014 sampai 2016.

Namun pria yang akrab di sapa Kayun itu mengaku, kasus tersebut baru ditemukan karna merupakan data yang baru di terima dari Kemendagri.

Kendati demikian, Kayun tak menampik temuan itu baru muncul ditahun 2022 padahal KPU telah menyelenggarakan pemilu di tahun 2019.

Sementara proses verifikasi juga dilakukan jelang pemilu tahun 2019.

"Karena baru kita dapat datanya," ujar tegasnya kembali.

Diakui sebelum pemilu tahun 2019, kata pria asal Banjar Cabe, Darmasaba Badung itu hal serupa juga dilakukan.

"Proses padu padan (data pemilih-red) itu berjenjang. Dalam setiap pemilu adanya namanya pemutakhiran data pemilih. Nah itu kita lakukan termasuk menyisir pemilih yang meninggal," jelasnya

"Sekarang ini kembali kita dapat data dan kita turun lagi Termasuk yang sudah ada akta kematiannya itu kita cek kembali di proses ini," ujar Kayun seraya membantah jika verifikasi sebelum pemilu tahun 2019 data tersebut terlewatkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved