Berita Badung

Banyak Perselisihan Perusahaan dan Karyawan, Disprinaker Badung Harap Tak Ada Demo saat G-20 di Bali

Banyak Perselisihan Perusahaan dan Karyawan, Disprinaker Badung Berharap Tidak Ada Demo Saat G20

Tribun Bali
Komisi IV DPRD Badung saat melaksanakan pertemuan antara pihak manajemen Wina Holiday Villa Kuta dengan FSP Bali serta Disperinaker Badung beberapa hari lalu. 

Inilah yang kita antisipasi, Jangan sampai pada kegiatan ini mereka cari panggung," ungkapnya.


Lebih lanjut pihaknya mengaku jika ada masalah perselisihan, tidak semestinya melakukan hal yang berlebihan saat kegiatan G20.

Pasalnya semua itu akan mempengaruhi citra pariwisata di Bali.

Baca juga: Gegerkan Warga Bali, Seekor Paus Terdampar Sempat Tarik ke Dalam Laut, Ini Jenisnya


"Saya menginginkan, kalau berselisih agar diselesaikan dengan baik-baik.

Jangan sampai merusak citra pariwisata kita," katanya sembari menyebutkan soalnya ada hotel yang sampai bintang lima yang memiliki perselisihan dengan karyawannya.


Untuk diketahui, terakhir perselisihan Hubungan Industrial masih terjadi di Wina Holiday Villa Kuta.

Bahkan  Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali masih mempertanyakan terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Pembayaran Dana Pensiun pekerja yang hingga kini belum juga ada kepastian. 


Proses mediasi pun sudah enam kali dilakukan, namun kedua belah pihak belum ada kata sepakat.

Selain itu, Komisi IV DPRD Badung juga memfasilitasi pertemuan antara pihak manajemen Wina Holiday Villa Kuta dengan FSP Bali serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung di Gedung Dewan pada Kamis 8 September 2022.

Namun pada pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa bersama Ketua Komisi IV Made Suwardana tersebut juga belum ditemukan kata sepakat.


Dari sekian pembahasan, nominal untuk kata sepakat itu belum ada.

Sesuai aturan yang berlaku saat ini, pihaknya di DPRD Badung mengaku belum bisa memberi pemahaman agar ditemukan titik temu.

Sebab kedua belah pihak masih ngotot dengan pendirian masing-masing.


“Nanti Disnaker yang akan memberikan risalah mediasi sebagai jalan terakhir.

Mengingat dari 98 pekerja, 72 orang sudah menerima kesepakatan dengan manajemen sedangkan 26 orang masih belum menerima dan menuntut,” ujar Ketua Komisi IV Made Suwardana saat itu. (*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved