Bali United

The Resistance Minta Anthem Rasa Bangga Dikembalikan Seperti Semula, Saat ini Seperti Lagu Sedih

Pemilik lagu Rasa Bangga Bali United, The Resistance meminta anthem tersebut dikembalikan sesuai pakemnya tanpa iringan musik dengan tempo lambat

Tribun Bali
The Resistance dalam acara nonton bareng yang digelar Tribun Bali bersama Bali United Fans di Puri Liang Coffee, Kamis 15 September 2022 

TRIBUN-BALI.COM, BALI -  Pemilik lagu Rasa Bangga Bali United, The Resistance meminta anthem tersebut dikembalikan sesuai pakemnya tanpa iringan musik dengan tempo lambat seperti saat ini.

Hal ini bertujuan menyiratkan rasa bangga dan semangat dari fans untuk Bali United.

Saat menonton di stadion salah satu personel The Resistance, Wawan merasakan anthem yang diputar usai pertandingan dengan iringan music temponya melambat dan kurang menyiratkan semangat Rasa Bangga.

Baca juga: The Resistance Ungkap Sejarah Dibalik Anthem RASA BANGGA Bali United, Diciptakan Eks Vokalis

Baca juga: Persis Solo Sukses Beri Kejutan Kepada Bali United, Rasiman Antisipasi Pola Serangan ala Coach Teco

Hal ini dia sampaikan dalam acara nonton bareng pertandingan Persis Solo versus Bali United di Puri Liang Coffee Jalan Tukad Balian Denpasar, Bali, pada Kamis 15 September 2022 malam,

“Kebetulan kemarin saya datang waktu Bali United melawan Persik merasakan atmosfer setelah selesai pertandingan lagu Rasa Bangga dinyanyikan,"

"Saya merasa berubah, kaget, karena biasanya yang kami nyanyikan dari tempo kelihatan semangat itu ada, ini lagu apakah bisa diterima atau tidak sama teman lain, karena yang saya rasakan saat itu ada yang berbeda temponya, kami meminta agar anthem Rasa Bangga dikembalikan sesuai aslinya tanpa iringan musik," ungkap Wawan

“Karena tentang tempo yang lambat terkesan jadi lagu sedih, lagu rasa bangga diciptakan karena semangat yang begitu besar,"

"Walaupun seandainya Bali United berada di posisi terendah mendengarkan lagu ini untuk menjadi semangat bangkit maju menjadi yag terdepan terdepan."

"Waktu sebelum COVID-19 kami sering ke stadion atmosfer beda, agar bisa dikoreksi, dari awal kami menyerahkan lagu ini tanpa embel-embel apapun silakan dipakai dinyanyikan asalkan semangat tetap ada dan tetap menyala rasa bangga itu,” jabarnya.

The Resistance yang berdiri sejak tahun 1998 hanya berkarya, berkarya dan berkarya menyerahkan hasil kepada pendengar sampai pada akhirnya lagu Rasa Bangga menjadi tonggak momentum kebangkitan grup band asal Bali ini.

Ini menjadi bagian yang besar di Bali yakni menjadi anthem, dinyanyikan seluruh penonton di tribun dan mengiringi perjalanan Bali United hingga juara beruntun Back 2 Back.

“Kami sendiri dari awal untuk lagu Rasa Bangga kami serahkan sepenuhnya kepada Bali United tanpa meminta kompensasi segala macam karena semangat dari lagu ini, lagu kami dipakai kami sangat senang, kebanggaan bagi kami, sama sekali tidak pernah terpikirkan,” tuturnya.

Pemain melodi, Arif menambahkan bahwa anthem ini memiliki motivasi luar biasa seperti judulnya Rasa Bangga.

“Karena bukan hanya supporter tapi pemain juga menyanyikan anthem ini usai pertandingan, sebuah anthem yang bisa kedepannya menambah semangat dan menginspirasi anak muda lainnya,” ungkap Arif (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved