Music Zone
Music Zone: ‘Legam’ Evolusi Musik Pohon Tua
Gitaris Navicula merilis single terbarunya bertajuk Legam, sebuah evolusi yang datang dari ruang-ruang perenungan dan kontemplasi yang luar biasa.
Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pohon Tua, moniker dari Dadang SH Pranoto kembali di tahun ini dengan gagasan musikal terbarunya.
Gitaris Navicula juga frontman Dialog Dini Hari ini merilis single terbarunya bertajuk "Legam", Jumat 16 September 2022.
Dirilis oleh RainDogs Records dengan format digital, ini adalah single pertama dari enam tahun setelah debut album Kubu Carik yang dirilis tahun 2017.
Enam tahun sejak album Kubu Carik, Pohon Tua mengalami evolusi musikal yang luar biasa.
Baca juga: Music Zone: The BCAP Angkat Kearifan Lokal di Single "12 Bar Arak Attack"
Sebuah evolusi yang datang dari ruang-ruang perenungan dan kontemplasi yang luar biasa.
Gagasan musikal yang dituangkan dalam sebuah arsitektur organik nan megah.
Segenap perasaan dari kemarahan, kebosanan, kekalutan dan kesedihan diramu dalam gagasan tema di single ini.
Undak-undakan emosi dibangun sejak intro dimainkan, tak putus dibawa sampai ke akhir lagu.
Kesedihan digesek dari senar-senar biola lewat kuartet string ala Adagio secara simultan di intro, segenap kabut kesedihan ini berubah menjadi kemarahan, dibunyikan dengan elegan oleh piano dan timpani sepanjang 3 menit.
Suasana lalu menjadi dramatis sesaat pertama kali lirik diucap dari dasar kerongkongan kasar Dadang, lalu pelan-pelan dari situ, pendengar ditarik makin dalam lagi ke dasar pemikiran soal kegelapan yang hakiki.
Dalam proses penggarapannya, Dadang dibantu barisan kuartet gesek, timpani, yang dimainkan oleh musisi lokal Bali.
Dua drummer dilibatkan langsung dalam single ini, yaitu Palel (drummer Navicula) dan Denny (drummer Dialog Dini Hari).
Bassist Indra Gupta yang kerap mengiringi Indra Lesmana diajak mengisi part bass.
Pada departemen vokal latar ada Riko (vokalis Modjorido) dan Lyta dari Soulfood dengan karakter khas suaranya.
"Legam" menghadirkan segenap kompleksitas yang berbeda dan tidak akan ditemui di debut albumnya.
Single ini adalah puncak kegelisahan Dadang akan situasi diri sebagai bentuk refleksi akan lingkungan dan keadaan sekitar dalam beberapa tahun terakhir.
Sebuah single yang menjadi pengantar menuju album penuh yang diupayakan dirilis kemudian.
"Legam" menjadi sebuah momen kembalinya Pohon Tua dalam dimensi musik yang
layak diberikan apresiasi.
"Ada pertanyaan yang selalu kembali hadir di kepalaku. Kamu ingin dikenang seperti atau sebagai apa atau siapa? Aku menjawabnya dengan ringan, meskipun tindak lanjutnya sungguhlah berat namun ya, aku ingin dikenang sebagai musisi atau manusia yang bermanfaat buat banyak orang," ujarnya.
Single "Legam” sudah hadir di pelbagai layanan musik streaming.(*).
“Legam”
Song Credits
Performed by Pohon Tua
Produced by Dadang Pranoto
Co-Produced by Gede Yudhistira
Lyrics by Dadang Pranoto
Piano - Gede Yudhistira
Bass - Indra Gupta
Quartet - Kadek Naranata (VI. 1), Agustinus Sani A. (VI. 2), Ricky Irawan (VIa) and Wilis
Permadi (CI)
Choir - Ni Made Ayu Dwara Putri, Maria Regina Ayu, I Komang Wahyu Prasetya, Elthon
Oktavian Ariswanto
Timpani Daniel Ginting Suka
Drum - Deny Surya and Palel Atmoko
Backing Vocal - Rico Mahesi
Supported by
Ferry Dermawan - Rain Dogs Records
Sandrina Malakiano - Bali Wariga
Recorded at Antida Studio and Posko Studio
Mixed and Mastered by Deny Surya at Posko Studio
Audio cables by Vermöuth2ndborn
Artwork by Kenta Menggala
Kumpulan Artikel Music Zone
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/evolusi-musik-pohon-tua.jpg)