Berita Buleleng

Pelaku Penganiayaan dan Pencurian Diburu Hingga ke Klinik dan Desa Tetangga

Pelaku Penganiayaan dan Pencurian Diburu Hingga ke Klinik dan Desa Tetangga

Tribun Bali
Ilustrasi Perkelahian - Kasus Perkelahian Berdarah di Buleleng, Kedua Keluarga Jadi Tersangka 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - 11 hari sudah kasus penganiayaan dan pencurian yang menimpa Ibrohim (52) warga Banjar Dinas Amertasari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng terjadi.

Namun hingga saat ini belum ada pelaku pun yang berhasil tertangkap.

Kapolsek Sukasada, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan dikonfirmasi Jumat (16/9) mengatakan, kedua pelaku masing-masing berinisial J.

Mereka diperkirakan saat ini masih bersembunyi disekitar Desa Pegayaman.

Kendati demikian, polisi juga telah berupaya menyisir keduanya hingga di desa tetangga, seperti Desa Pegadungan, Silangjana dan Gitgit.

Penyisiran di desa tetangga itu dilakukan oleh masing-masing Bhabinkamtibmas, dibantu aparat desa. Sementara Unit Reskrim Polsek Sukasada, hingga saat ini masih fokus melalukan penyisiran di Desa Pegayaman. Apabila dalam penyisiran itu, belum juga membuahkan hasil, maka polisi akan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap kedua pelaku tersebut.

"Dari pengakuan korban, saat membela diri, salah satu pelaku terluka. Kami juga berupaya mengawasi seluruh klinik yang ada di wilayah Kecamatan Sukasada. Pengawasan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas. Kalau opsnal masih fokus di Pegayaman saja," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Ibrohim (52) terpaksa dilarikan ke rumah sakit Senin (5/9), lantaran mengalami luka robek mulai dari telapak tangan hingga punggung. Serta luka gores pada bagian dada dan lengan. Luka robek itu didapatkan Ibrohim saat berusaha melakukan perlawanan dari dua kawanan maling. Tubuhnya terluka akibat disabet dengan parang, yang dibawa oleh maling tersebut.

Ibrohim mulanya mendengar adanya orang yang melompati tembok rumahnya. Ia lantas berteriak dari dalam rumah. Sayangnya, akibat teriakan itu dua kawanan maling itu menjadi bringas. Mereka mendobrak pintu rumah korban, kemudian masuk ke dalam rumah. Salah satu pelaku langsung menganiaya Ibrohim menggunakan parang. Sementara satunya lagi, mengambil ponsel merk Oppo milik anak kandung korban. (rtu)

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved