Bali United

Turunkan Berat Badan 5 Kg & Bermental Baja Jadi Kunci Kebangkitan Spasojevic di BRI Liga 1

Turunkan Berat Badan 5 Kg & Bermental Baja Jadi Kunci Kebangkitan Spasojevic di BRI Liga 1 2022/2023

Istimewa
Stiker Bali United Ilija Spasojevic - Spaso meramaikan papan atas Top Skor usai mencetak hattrick di laga Bali United vs Dewa United yang sekaligus jadi kado ulang tahunnya ke 35 tahun ini. 

TRIBUN-BALI.COM, BALI – Tak tumbang saat dihina, tak terbang saat dipuji, agaknya menjadi kata-kata yang tepat menggambarkan sosok targetman Bali United, Ilija Spasojevic, sempat mandul saat kompetisi AFC Cup, Piala Presiden 2022 dan awal musim Liga 1 bukan situasi mudah bagi Spaso sebagai seorang striker murni yang bertugas mencetak gol.

Bahkan sempat muncul desakan-desakan kepada Pelatih Stefano Cugurra untuk mulai membangkucadangkan Spaso dan memberikan menit bermain lebih banyak kepada Lerby Eliandry. Namun perlahan Spaso mulai bangkit, dia yang 11 September lalu genap berusia 35 tahun membuktikan masih haus gol.

Spaso mulai kembali mencetak gol saat matchday ke-3 melawan RANS Nusantara FC, pemain nomor punggung 9 itu kembali mencetak gol pada pekan ke 6 dan 7 melawan Persib Bandung dan Persik Kediri masing-masing 1 gol, dan hattrick saat pekan ke-9 melawan Dewa United.

Raihan 7 gol yang berhasil dikoleksi oleh Spasojevic membawanya masuk ke deretan top skor sementara Liga 1 membayangi Matheus Pato dari Borneo FC dan David Da Silva dari Persib Bandung yang mengoleksi 9 gol.

“Kekuataan mental, saya angkat kritik sebagai motivasi bukan untuk menyerah, sudah berapa kali ada kritik ke saya sudah menurun tapi tiba-tiba naik lagi, orang kalau dikritik dia jatuh mental, ada orang kalau dikritik kerja lebih keras dan lebih bagus lagi. Saya pikir untuk performa saya, saya orang yang selalu kerja keras, never give up.Walaupun awal musim, AFC, Piala Presiden cukup sulit untuk striker beberapa pertandingan tidak cetak gol, tapi kalau mental kuat dan kerja keras, percaya Tuhan pasti lebih baik dan ada berita baik,” ungkap Spaso kepada Tribun Bali, pada Selasa 20 September 2022.

Spaso terus mengoreksi diri sendiri dan berbenah, ia juga merasa performanya saat itu belum stabil, bahkan saat AFC berat badannya masih 91 kilogram yang menghambat performanya, hingga ahli gizi pribadinya menyarankan Spaso untuk turun berat badan 5 kilogram, dan terbukti saat ini performa Spaso menanjak di Liga dan melesat melesakkan 7 gol.

“Waktu di AFC saya 91 kg sekarang 86 kg turun 5 kg, saya turun khusus untuk itu di AFC saya tidak senang dengan perorma diri sendiri jadi harus berubah sesuatu. Dulu saya pikir saya berat badan ideal, karena di Liga saya bisa jadi top skor, tapi di AFC saya masih butuh lebih agility, saya bicara sama nutrisionis expert saya, dan dia bilang saya harus turun 5 kg, kaget saya, tapi saya berusha dan berhasil dan sekarang saya feeling saya bagus sekali di lapangan, wah saya umur 35 feeling lebih bagus dari saya umur saya 25 karena bisa lari, di GPS saya berlari 10 km setiap pertandingan saya sebagai target man, kalau Nouri, Fadil, Eber itu di atas saya,” bebernya.

“Tentu saja ini bikin saya senang, banyak umur 35 tahun orang banyak pemain udah mau selesai tapi saya turun 5 kg mau jadi contoh baik untuk pemain muda jangan karena umur, usia belum habis kalau kerja keras makan sehat tidur istirahat latihan, umur hanya sebuah angka,” pungkas pemain yang pernah berseragam Bali Devata, PSM Makassar, Mitra Kukar, Persisam, Persib Bandung dan Bhayangkara FC itu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved