Pariwisata
PATA Diharapkan Jadi Corong Pariwisata Berkualitas Bali, Simak Komentar Wagub Cok Ace
Wagub Cok Ace ingin, agar pariwisata budaya berjalan beriringan dengan digitalisasi sebagai keniscayaan kemajuan teknologi di dunia.
TRIBUN-BALI.COM - Pacific Asia Travel Association (PATA), didirikan di Hawai pada tahun 1951 dan sebagai lembaga berbadan hukum non-profit dan non-polotical.
Serta bersifat suka rela guna mengembangkan, mempromosikan dan memfasilitasi industri travel di area Pacific.
Pada tahun 1953 Head Quarters dipindah ke San Fransisco, dan kemudian pada tahun 1998 pindah lagi ke Bangkok hingga saat ini.
PATA bertindak sebagai katalisator pengembangan industri pariwisata, di pacific dan Asia yang bertanggung jawab dengan cara :
⁃ Pengembangan dan promosi industri pariwisata di Asia Pasific.
⁃ Penyediaan data kekinian.
⁃ Konferensi dan seminar.
⁃ Training.
⁃ Menerapkan pelaksanaan yang etis.
⁃ Riset bidang pemasaran, dan lain sebagainya.
Baca juga: PLTS Tol Bali Mandara Beroperasi, Gubernur Koster: Dapat Tingkatkan Daya Tarik Pariwisata
Baca juga: Canggu Jadi Penyumbang Pariwisata Terbesar Setelah Nusa Dua, Tingkat Okupansi 80 Persen

Untuk menunjang kegiatan tersebut, secara lebih luas maka di bentuklah PATA Chapters termasuk PATA Chapter Indonesia dan juga PATA Bali serta NT Chapters.
Beberapa kegiatan PATA Bali dan NT Chapters termasuk :
⁃ Partisipasi pada PATA Conference dan Travel Mart pada tahun 2007.
⁃ Aktif melakukan promosi roadshow untuk membuka pasar India pada tahun 2003-2006.
⁃ Menyelenggarakan table top, melalui kerjasama dengan PATA Malaysia Chapter dan PATA Beijing Chapter pada tahun 2008-2009.
⁃ Menyelenggarakan training dalam menyusun business plan bagi sektor hotel.
⁃ Penanaman pohon bakau pada saat hari pariwisata dunia.
Selanjutnya pada pasca pandemi ini, saat industri pariwisata di Bali mulai menggeliat maka PATA Bali dan NT telah menyusun rencana kegiatan guna membangun Pariwisata Bali yang tangguh.
PATA pun diharapkan menjadi corong bagi pariwisata Bali ke depan, khususnya pariwisata berkualitas.

Ketua PATA Bali dan Nusa Tenggara Chapter, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, menjelaskan bahwa PATA merangkul semua segmen dan tidak hanya pariwisata saja.
"Ada PHRI, Asita, maskapai, dan masih banyak lagi," sebutnya dalam siaran pers di Denpasar, 22 September 2022.
Sehingga member PATA memang beragam, dan diharapkan mampu menjadi ajang diskusi serta kolaborasi dalam membantu ekosistem pariwisata berkualitas di Bali.
Tidak hanya itu Gusde, sapaan akrabnya, berharap agar pariwisata budaya ke depan kian kuat di Pulau Dewata.
Sebab budaya adalah cikal bakal mendunianya pariwisata Bali, hingga ke mancanegara.
Sehingga ke depan, PATA diharapkan juga memberikan edukasi dan ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian selain daripada mempromosikan pariwisata.
