Berita Bali

Begini Kesan Menparekraf Sandiaga Naiki Motor Listrik di Jalan Tol Bali Mandara

Begini Kesan Menparekraf Sandiaga Naiki Motor Listrik di Jalan Tol Bali Mandara

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Menparekraf Sandiaga saat menaiki sepeda motor listrik melintasi jalan tol bali mandara untuk menghadiri kegiatan Pohon Kolektif GoGreener di Jl. Raya Pelabuhan Benoa Denpasar Selatan. 

 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Disela kegiatan puncak perayaan World Tourism Day (WTD) atau Peringatan Hari Pariwisata Dunia 2022 hari ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjajal sepeda motor listrik di jalanan Bali khususnya dari Nusa Dua melewati Tol Bali Mandara ke Denpasar.

"Tadi dari Nusa Dua kita riding tipis-tipis dengan kecepatan 42 kilometer per jam dan sampai disini," ujar Menparekraf Sandiaga, Selasa 27 September 2022 di Jl. Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Kota Denpasar usai melakukan penanaman mangrove bersama Gojek.

Sebelumnya Presiden sudah menunjuk Bali sebagai pilot project dan Instruksinya sudah keluar, bahwa kami di lingkungan Kemenparekraf diberi waktu sangat singkat untuk menggantikan kendaraan kita semua menjadi kendaraan listrik.

Sandiaga menargetkan setelah G20 di Bali khususnya kawasan Nusa Dua kendaraan yang ada akan berganti ke kendaraan listrik.

"Setelah G20 ini akan bertahap semuanya kendaraan listrik Nusa Dua dulu setelah itu seluruh Bali. Di 2030 harapannya tidak lagi menjual kendaraan yang commpastible energi tapi semuanya berbasis EV atau electrical vehicle. Dan tadi sudah diperkenalkan electrum kerjasama dengan Gojek," imbuhnya.

Sandiaga mengungkapkan dirinya mendapatkan sensasi pertama mengendarai electrum itu bukan hanya kendaraan yang ramah lingkungan, dan saya sudah pakai berkali-kali selain itu senang sekali sudah ada join statement juga electrum dengan Gojek yang akan membantu kita mentransformasi dari kendaraan sepeda motor berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

"Sensasinya saya tadi pakai mode eco dari tiga pilihan mode berkendara sport, urban dan economy. Karena saya fokus bidang ekonomi saya taruh nya (mode berkendara) economy dan benar saja pemakaiannya lebih irit batreinya," ucap Sandiaga.

"Sensasinya tadi saat melewati jalan tol itu benar-benar mendapat kesan spektakuler karena juga bisa melihat pesawat dan sebelah kiri kanannya sudah ditata, bersih, asri dan juga banyak pengguna jalan yang patuh berlalulintas, sebagai salah satu syarat pariwisata itu keamanan dan keselamatan," sambungnya.

Kemenparekraf berencana bersama komunitas dan stakeholder terkait funding atau pembiayaan membantu masyarakat bertransisi, dan rencana tersebut tengah digodok oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf sebuah sistem funding.

"Funding akan kita sandingkan dengan industry leaders seperti jejakin.id dan Gojek untuk membantu masyarakat bertransisi yang diberi insentif untuk menggantikan yang tadinya kendaraan berbasis BBM menjadi listrik. Harus ada insentifnya karean ini merupakan investasi yang bernilai luar biasa kepada ekonomi kita," tutur Sandiaga.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah pada tanggal 13 September 2022.

“Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan,” ditegaskan dalam Inpres yang dapat diakses pada laman JDIH Sekretariat Kabinet ini.

Peraturan ini bertujuan untuk percepatan pelaksanaan program penggunaan kendaraan ber motor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah (pemda).

“Mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melakukan percepatan pelaksanaan program penggunaan kendaraan ber motor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah menggantikan kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah saat ini,” bunyi Inpres.

Instruksi tersebut ditujukan kepada para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet (Seskab), Kepala Staf Kepresidenan, Jaksa Agung RI, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), para Kepala Lembaga Pemerintah Nonkementerian, para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, para Gubernur, serta para Bupati/Wali Kota.(*)

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved