Berita Bangli
Harga Kedelai Impor Naik, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil
Sejak beberapa pekan terakhir harga kedelai impor mengalami peningkatan. Alhasil bahan makanan berbahan kedelai seperti tahu dan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sejak beberapa pekan terakhir harga kedelai impor mengalami peningkatan.
Alhasil bahan makanan berbahan kedelai seperti tahu dan tempe ukurannya diperkecil dari ukuran normal.
Seperti diungkapkan Ni Nengah Suriyati.
Pedagang tempe di Pasar Kidul Bangli itu mengatakan sudah sepekan ini ukuran tahu dan tempe lebih kecil dari biasanya.
Menurut dia, penyesuaian ukuran ini untuk menyiasati agar harga tahu-tempe tidak naik, walaupun harga kedelai impor mengalami peningkatan.
Baca juga: Gibran Rakabuming Minta Berguru, Rocky Gerung: Gak Bisa Eksklusif Karena Anak Presiden
"Itu sudah dari pabriknya segitu (ukurannya diperkecil).
Kalau harga, untuk tempe yang bungkus daun, harganya masih Rp 5 ribu per tiga buah.
Sedangkan yang bungkus plastik satunya Rp 5 ribu. Kalau tahu harganya Rp 500 per biji," sebutnya Selasa (27/9/2022).
Sementara pedagang kedelai I Wayan Patriyasa mengatakan, kenaikan harga kedelai impor sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
Di mana kedelai yang semula harga per kilonya Rp 11 ribu, kini menjadi Rp 13 ribu. "Itu harga pokok kedelai impornya.
Kalau dijual biasanya Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilo," ucapnya.
Patriyasa mengakui tak sedikit pelanggan yang mengeluh karena harga kedelai impor yang mahal.
Baca juga: KETUT Diarsa Terombang-Ambing Usai Jukung Terbalik, Begini Kondisinya Sekarang
Namun pelanggan mau tidak mau tetap membeli karena kebutuhan. "Walaupun dari segi kuantitas dikurangi," imbuhnya.
Menurut Patriyasa, kenaikan harga kedelai merupakan buntut dari naiknya harga BBM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Mercury-3389.jpg)