Berita Karangasem

Tiga Pasar Hewan di Karangasem Mulai Dibuka, Harus Melakukan Koordinasi dengan Satgas PMK

Pasar hewan di Kabupaten Karangasem dibukan kembali, pembukaan pasar hewan sesuai rapat Satgas PMK di Karangasem

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ilustrasi pasar hewan - Tiga Pasar Hewan di Karangasem Mulai Dibuka, Harus Melakukan Koordinasi dengan Satgas PMK 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pasar hewan di Kabupaten Karangasem, Bali akhirnya dibuka setelah hampir tiga bulan tutup akibat merebaknya kasus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Adalah Pasar Hewan Bebandem di Kecamatan Bebandem, Pasar Hewan Pempatan di Kecamatan Rendang, serta Rubaya di Kecamatan Kubu.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Karangasem, I Gede Loka Santika mengatakan, pembukaan pasar hewan sesuai rapat Satgas PMK di Karangasem, Selasa 27 September 2022, sesuai hari pasaran.

Pengoperasian pasar berdasarkan SE Provinsi.

Baca juga: Hari Pertama Pasar Hewan Kayuambua Kembali Dibuka, Satgas PMK Bangli Siagakan Tiga Petugas Vaksin

"Pembukaan pasar hewan mengacu pasa surat dari Satgas Penanganan PMK Provinsi Bali Nomor 105/SatgasPMK/IX/2022 tertanggal 23 September 2022 terkait pembukaan kembali pasar hewan,"ungkap Gede Loka Santika, Rabu 28 September 2022.

Pejabat asal Kubu tersebut mengaku, pasar hewan dibuka sesuai jadwal buka serta tutupnya pasar.

Petugas harus melakukan koordinasi dengan satgas PMK Kabupaten Karangasem dalam pengawasan yang ketat.

Seperti testing, vaksin, dan bio security terhadap ternak yang masuk pasar.

"Petugas harus melaporkan ke Satgas PMK Karangasem seandainya ditemukan adanya ternak dengan gejala mengarah ke PMK,"tambah Loka Santika, mantan Sekretaris Disprindag Kabupaten Karangasem.

Ditambahkan, keputusan bisa ditinjau kembali jika seandainya nanti ditemukan ada penyebaran kasus PMK di Bumi Lahar.

Pihaknya berharap penyebaran kasus penyakit PMK tak ada.

Mengingat hampir puluhan ribu ekor sapi sudah divaksin oleh UPTD Puskeswan Karangasem.

Penutupan pasar hewan dimulai dari Mei 2022.

Selama ditutup petugas Diskoperindag telah melaksanakan penyemprotan disinfektan, pembersihan di pasar hewan.

Dengan harapan, penyebaran virus bisa ditekan.

Peternak harus rajin membersihkan kandang, agar kasus PMK tak menyebar.

Penutupan 3 pasar hewan berdampak ke pendapatan asli daerah dari sektor retribusi.

Ratusan juta dari pendapatan retribusi pasar hewan hilang.

Mengingat retribusi dari pasar hewan cukup mendongkrak PAD.

Pendapatan per bulannya bisa mencapai puluhan juta dari setiap pasar hewan.(*).

Kumpulan Artikel Karangasem

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved