Tragedi Kanjuruhan

KORBAN Tragedi Kanjuruhan Jadi 174 Orang, Alasan Laga Arema vs Persebaya Kukuh Digelar Sabtu Malam

Berikut ini adalah update total korban dalam Tragedi Kanjuruhan seusai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

SURYAMALANG.COM/Purwanto
Suporter Arema turun ke lapangan saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang antara Aremania dan aparat keamanan pada 1 Oktober 2022 malam. 

KORBAN Tragedi Kanjuruhan Jadi 174 Orang, Alasan Laga Arema vs Persebaya Kukuh Digelar Sabtu Malam

TRIBUN-BALI.COM – Berikut ini adalah update total korban dalam Tragedi Kanjuruhan seusai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Tragedi Kanjuruhan merupakan tragedi kemanusian yang terjadi dalam dunia sepak bola di Indonesia.

Tragedi ini pun berawal dari kekesalan suporter Arema FC dimana tim kesayangan mereka harus kalah 3-2 dalam partai pekan kesebelas BRI Liga 1 musim 2022/2023 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Dalam tragedi ini, setidaknya 129 orang meninggal dunia, dimana 2 orang merupakan anggota aparat kepolisian.

Namun, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengungkapkapkan korban meninggal akibat kisruh di Stadion Kanjuruhan bertambah.

Data tersebut didapat per hari ini,Minggu 2 Oktober 2022 pukul 10.30 WIB.

Informasi tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Baca juga: Soal Tragedi Kanjuruhan Malang, Mantan CEO Arema: Ini Duka Kita Bersama

"Saya menghindari kesalahan data, tapi merujuk data resmi yang kami terima dari BPBD Provinsi Jawa Timur, di mana per 10.30 WIB itu angkanya menjadi 174 meninggal dunia," kata Emil Dardak dalam Breaking News KompasTV, Minggu 2 Oktober 2022.

Sementara untuk korban luka berat ada sebanyak 11 orang, sedangkan luka ringan berjumlah 108 orang.

Sejumlah korban dalam insiden ini, kata Emil, dirujuk di delapan Rumah Sakit di Jawa Timur.

"Luka berat 11, dan luka ringan ada 108. Ada delapan rumah sakit yang menjadi rujukan," katanya.

Lanjut Emil mengatakan, bagi pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota bisa menghubungi posko di halaman Balai Kota Malang.

"Bahwa bagi anggota keluarga yang ingin mencari tahu informasi mengenai korban atau ingin melaporkan, bisa menghubungi posko di halaman Balai Kota Malang bisa dihubungi di call center 112 atau bisa 0821-4010-3223," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved