Berita Klungkung

Para Perajin Kain Rang-Rang dan Cepuk di Desa Tanglad Nusa Penida Terkendala Pemasaran

Para Perajin Kain Rang-Rang dan Cepuk di Desa Tanglad Nusa Penida Terkendala Pemasaran

ist
Komisi III DPRD Klungkung melaksanakan observasi ke perajin kain Rang-Rang dan Cepuk di Desa Tanglad 

TRIBUN-BALI,SEMARAPURA - Komisi III DPRD Klungkung melaksanakan observasi ke lokasi perajin kain Rang-Rang dan Cepuk di Desa Tanglad, Nusa Penida, Senin (3/10/2022). Para anggota dewan menilai perajin kain di Desa Tanglad ini masih luput dari perhatian pemerintah, khususnya dalam hal pemasaran.

Ketua Komisi III DPRD Klungkung I Nengah Ary Priadnya menjelaskan, pihaknya sempat mengobrol dengan beberapa perajin kain Rang-Rang dan kain Cepuk di Desa Tanglad, Nusa Penida. Rata-rata keluhan para perajin sama, yakni masalah pemasaran.

"Mereka mengaku pemerintah sudah beberapa kali memberikan perhatian berupa pelatihan. Tapi menurut mereka, pelatihan sudah sangat cukup. Mereka justru lebih membutuhkan untuk dibantu pemasaran. Ini yang luput dari pemerintah," ungkap Ary Priadnya, Senin (3/10/2022).

Dirinya memperhatikan selama ini Pemkab Klungkung seharusnya lebih berpihak kepada perajin kecil. Jangan lagi perajin besar yang sudah punya nama terus ditonjolkan.

"Kalau misal pemkab ada pengadaan kain, para perajin ini lah yang dilirik. Jangan perajin yang sudah punya nama saja," ungkapnya.

Pemerintah dalam media pemasaran produk UMKM, kedepannya juga agar menonjolkan para perajin kecil. Menurutnya pemasaran dari pemerintah harus memihak para perajin kecil, bukannya produk yang telah besar dan dikenal.

"Jika ada program digital marketing, perajin kecil ini yang lebih ditonjolkan," ungkapnya.

Kedepan Komisi III DPRD Klungkung berencana akan melakukam rapat koordiansi dengan intansi terkait, khusus membahas bagaimana membangun sistem pemasaran yang berpihak pada perajin kecil.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved