Berita Jembrana

BLT BBM Untuk Pedagang Jembrana Ditargetkan akan Cair Pada Pekan Ketiga Oktober 2022

Sebanyak 359 orang pedagang angkringan keliling di Jembrana tercatat sebagai penerima BLT BBM UMKM dan jumlahnya akan bertambah.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi BLT BBM - BLT BBM Untuk Pedagang Jembrana Ditargetkan akan Cair Pada Pekan Ketiga Oktober 2022. 

*Masih Terdata 359 Orang Pedagang

*Sasar Pedagang Jarak Jauh Jika Kuota Masih Tersisa

TRIBUN BALI, NEGARA - Sebanyak 359 orang pedagang angkringan keliling di Jembrana telah terdata oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan hingga Selasa 4 Oktober 2022. Jumlah tersebut masih terus bergerak karena total kuota penerima adalah 500 orang.

Mereka adalah masyarakat sektor UMKM pengguna BBM yang akan segera meneriman bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp600 ribu per orang. Namun, jumlah tersebut akan kembali diverifikasi oleh tim di pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata menjelaskan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pendataan disertai penyusunan draft petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) sebagai syarat pemberian BLT tersebut.

"Untuk sementara masih terdata 359 di kita. Tapi itu masih melihat perkembangan di desa. Itu data masih dari semua pasar saja," jelas Agus Adinata saat dikonfirmasi, Selasa 4 Oktober 2022. 

Dia menegaskan, sasaran yang menerima BLT ini adalah mereka yang memiliki UMKM dan menggunakan BBM.

Namun yang menjadi priroitas pertama adalah pedagang angkring keliling baik itu pedagang sayur dan sebagainya yang menggunakan sepeda motor. Termasuk juga pengguna motor roda tiga (Viar). Kecuali bermobil karena sudah dianggap mampu.

Baca juga: SIMAK Syarat Penerima BLT BBM 2022 Tahap 2, Cair Bulan November 2022, Siapkan Dokumen Ini!

"Intinya mereka yang menggunakan BBM saat menjalani UMKM tersebut. Tidak menutup kemungkinan yang lain juga bisa, semasih kuotanya tersisa. Yang lainnya itu nanti masuk ke prioritas kedua (tidak masuk dalam sembako) seperti pedagang jamu keliling," katanya. 

Disinggung mengenai pendataan ini, Agus menyebutkan selain dilakukan oleh petugas dari Diskop, UKM, Perindag Jembrana juga dibantu pihak Pemerintah Desa masing-masing. Pihaknya hanya melakukan pendataan awal untuk menyusun anggaran. 

"Nanti juga ada rekomendasi dari masing-masing Desa. Selanjutnya kita akan lakukan verifikasi di dinas. Sehingga nanti ada verifikasi bahwa yang bersangkutan (UMKM) memang benar warga desa di Jembrana dan usahanya menggunakan BBM," tegasnya. 

Lalu kapan target pencairan BLT BBM untuk UMKM? Mantan Camat Negara ini menegaskan target pencairan adalah mulai 17 Oktober 2022. Sebelum itu pihaknya akan melakukan verifikasi dulu.

"Harapan kita ketika semua sudah clear (lengkap), mungkin di minggu ketiga akan mulai dicairkan," tandasnya. 

Sasar UMKM Jarak Jauh

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, I Komang Agus Adinata menyebutkan, jika nantinya kuota bantuan ini masih tersisa, rencananya akan menyasar para pedagang atau UMKM yang jarak tempat usaha dengan rumahnya cukup jauh.

"Nanti kita sasar pedagang yang jarak antara tempat usahanya dengan rumahnya cukup jauh. Itu nanti kita sasar ketika kuotanya masih ada," tandasnya. 

Untuk diketahui, sebagai upaya antisipasi atau penanganan inflasi, Pemkab Jembrana melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan melakukan pendataan para pedagang angkring keliling (pengguna BBM) untuk diberikan subsidi atau bansos. Total ada kuota 500 penerima bantuan langsung tunai imbas kenaikan BBM untuk UMKM tersebut.

Nilainya, Rp600 ribu per orangnya. Salah satu syaratnya, mereka belum menerima bantuan pemerintah lainnya dan UMKM menggunakan BBM.

Baca juga: Jembrana Akan Beri BLT untuk Pedagang Keliling, Per Pedagang Diusulkan Dapat Rp600 Ribu

Menurut informasi yang diperoleh, petugas dari dinas terkait terus melakukan pendataan setiap harinya.

Anggaran yang digelontorkan lewat 2 persen dari Dana Transfer Umum (DTU) Rp2,7 Miliar lebih adalah Rp 300 Juta. Bantuan ini akan disalurkan kepada para pedagang angkring keliling terutama pedagang sayur khusus untuk yang menggunakan sepeda motor.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved