Dirjen Imigrasi Berikan Pengarahan Tugas dan Fungsi Ke Jajaran UPT Keimigrasian di Bali

Dirjen Imigrasi Berikan Pengarahan Tugas dan Fungsi Ke Jajaran UPT Keimigrasian di Bali

ist
Dirjen Imigrasi Berikan Pengarahan Tugas dan Fungsi Ke Jajaran UPT Keimigrasian di Bali 

TRIBUN-BALI.COM - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Widodo Ekatjahjana dengan didampingi oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Doni Alfisyahrin memberikan Pengarahan Tugas dan Fungsi Keimigrasian kepada jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Tedy Riyandi, perwakilan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, serta segenap pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Dirjen Imigrasi menekankan beberapa isu terkini terkait Tugas dan Fungsi Keimigrasian, dimana petugas Imigrasi harus mengedepankan sikap yang humanis, baik ketika melayani masyarakat bahkan ketika melaksanakan law enforcement di bidang Keimigrasian. Selain itu, kualitas pelayanan izin tinggal bagi Warga Negara Asing (WNA) juga harus selalu ditingkatkan, baik itu dalam hal kemudahan maupun kecepatan prosesnya.

Dalam melaksanakan setiap tugas dan fungsinya, petugas Imigrasi diminta untuk mengedepankan sikap kehati-hatian terlebih dalam waktu dekat ini akan berlangsung hajat akbar G20 di Bali. Beliau mengingatkan seluruh Kepala UPT Keimigrasian harus mengantisipasi setiap kemungkinan sekecil apapun yang berpotensi menjadi permasalahan karena saat ini Bali sedang menjadi perhatian dunia. 

Jangan sampai keadaan tersebut dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Antisipasi tersebut tidak hanya berlaku pada Kantor Imigrasi namun juga pada Rumah Detensi Imigrasi juga tetap berpotensi terjadi permasalahan yang dapat merusak citra institusi. 

“Sekali lagi saya mengingatkan, dalam menjalankan tugas sebagai aparatur penegak hukum, petugas Imigrasi khususnya pada petugas di bidang/seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada setiap UPT Keimigrasian untuk mengedepankan sikap humanis, mampu bersikap preventif dan edukatif kepada WNA, tidak selalu harus bersikap represif dalam menangani problematika di lapangan sehingga dapatmendukung pemulihan sektor pariwisata di Bali.”, tegas Plt. Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana.

Di akhir arahannya, beliau juga menyampaikan pentingnya memperkuat sinergi Imigrasi dengan Desa Adat di Bali terutama dalam hal pengawasan Orang Asing. Sehingga diharapkan dapat meminimalisasi kejadian-kejadian yang dapat menyinggung norma-norma budaya dan adat istiadat di Bali yang dilakukan oleh WNA.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved