Berita Bali

TANGGAP TSUNAMI,14 Menit Waktu Berharga Untuk Menyelamatkan Diri, Simak Ulasannya!

Sehingga, waktu untuk menyelamatkan diri saat tsunami, I.B Joni menegaskan hanya 14 menit setelah alarm berbunyi dan sebelum tsunami memasuki daratan.

Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Kejadian gempa bumi dan tsunami, tak pernah bisa diprediksi kapan terjadi. Untuk itu, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, khususnya di Bali harus waspada dan membekali diri terhadap bahaya bencana gempa bumi dan tsunami ini. I.B Joni Ariwibawa, Ketua Pelaksana BPBD Kota Denpasar, mengatakan Bali terletak pada pertemuan lempeng dunia antara Asia dan Australia. Sekitar 200 Km dari arah selatan Pulau Bali. 

TRIBUN-BALI.COM - Kejadian gempa bumi dan tsunami, tak pernah bisa diprediksi kapan terjadi.

Untuk itu, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, khususnya di Bali harus waspada dan membekali diri terhadap bahaya bencana gempa bumi dan tsunami ini.

I.B Joni Ariwibawa, Ketua Pelaksana BPBD Kota Denpasar, mengatakan Bali terletak pada pertemuan lempeng dunia antara Asia dan Australia.

Sekitar 200 Km dari arah selatan Pulau Bali.

Baca juga: WASPADA Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor, Ini Imbauan BPBD Damkar Bangli

Baca juga: GEMPA Bikin Panik Warga Karangasem Bali, Dikira Bakal Terjadi Bencana Tsunami

Kejadian gempa bumi dan tsunami, tak pernah bisa diprediksi kapan terjadi.

Untuk itu, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, khususnya di Bali harus waspada dan membekali diri terhadap bahaya bencana gempa bumi dan tsunami ini.

I.B Joni Ariwibawa, Ketua Pelaksana BPBD Kota Denpasar, mengatakan Bali terletak pada pertemuan lempeng dunia antara Asia dan Australia.

Sekitar 200 Km dari arah selatan Pulau Bali.
Kejadian gempa bumi dan tsunami, tak pernah bisa diprediksi kapan terjadi. Untuk itu, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, khususnya di Bali harus waspada dan membekali diri terhadap bahaya bencana gempa bumi dan tsunami ini. I.B Joni Ariwibawa, Ketua Pelaksana BPBD Kota Denpasar, mengatakan Bali terletak pada pertemuan lempeng dunia antara Asia dan Australia. Sekitar 200 Km dari arah selatan Pulau Bali. (Tribun Bali/Arini Valentya Chusni)

"Karena pertemuan lempeng dunia inilah, menyebabkan Bali memiliki potensi besar terkena tsunami, apalagi di Desa Serangan.

Untuk itu masyarakat harus memiliki bekal pengetahuan, untuk menghindar dari ancaman bencana," ujar Joni pada Tribun Bali (4/10/2022).

Desa Serangan merupakan salah satu kelurahan di Denpasar, yang bersinggungan langsung dengan pantai Bali Selatan.

Potensi ancaman tsunami, gempa bumi, dan likuifaksi di Serangan cukup tinggi sehingga perlu program kesiapsiagaan bencana.

Saat dikonfirmasi Tribun Bali, I.B Joni menambahkan potensi terjadinya tsunami terjadi akibat struktur tanah yang landai.

Cara untuk mengetahui adanya tsunami, adalah memerhatiakan saat alarm berbunyi, masyarakat diimbau menyelamatkan diri ke tempat paling aman di rumahnya dahulu.

Seperti bersembunyi di bawah meja, saat gempa bumi dan berlari ke tempat yang lebih tinggi saat tsunami datang.

Ilustrasi Tsunami - Potensi ancaman tsunami, gempa bumi, dan likuifaksi di Serangan cukup tinggi sehingga perlu program kesiapsiagaan bencana.

Saat dikonfirmasi Tribun Bali, I.B Joni menambahkan potensi terjadinya tsunami terjadi akibat struktur tanah yang landai.

Cara untuk mengetahui adanya tsunami, adalah memerhatiakan saat alarm berbunyi, masyarakat diimbau menyelamatkan diri ke tempat paling aman di rumahnya dahulu.

Seperti bersembunyi di bawah meja, saat gempa bumi dan berlari ke tempat yang lebih tinggi saat tsunami datang.
Ilustrasi Tsunami - Potensi ancaman tsunami, gempa bumi, dan likuifaksi di Serangan cukup tinggi sehingga perlu program kesiapsiagaan bencana. Saat dikonfirmasi Tribun Bali, I.B Joni menambahkan potensi terjadinya tsunami terjadi akibat struktur tanah yang landai. Cara untuk mengetahui adanya tsunami, adalah memerhatiakan saat alarm berbunyi, masyarakat diimbau menyelamatkan diri ke tempat paling aman di rumahnya dahulu. Seperti bersembunyi di bawah meja, saat gempa bumi dan berlari ke tempat yang lebih tinggi saat tsunami datang. (Pixabay / rolandmey)

 

Dampak gempa bumi membangkitkan tsunami, dengan tinggi genangan 6-10 meter dan waktu tiba tercepat di menit ke 27 setelah gempa bumi terjadi.

Sehingga, waktu untuk menyelamatkan diri saat tsunami, I.B Joni menegaskan hanya 14 menit setelah alarm berbunyi dan sebelum tsunami memasuki daratan.

Dengan cara segera menyelamatkan diri ke daratan yang lebih tinggi dan mencari segera mencari tempat aman untuk berlindung. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved