Berita Bali

Penerbangan Reguler di Bandara Ngurah Rai Akan Terdampak Saat KTT G20, Maskapai Diminta Re-Time

Penerbangan Reguler di Bandara Ngurah Rai Akan Terdampak Saat KTT G20, Maskapai Diminta Lakukan Re-Time

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
Istimewa
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali - 1,3 Juta Lebih Penumpang Dilayani Bandara Ngurah Rai Bali Selama Agustus 2022 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pada KTT G20 di Bali pertengahan bulan November mendatang dijadwalkan akan ada 39 tamu VVIP baik Kepala Negara anggota negara-negara G20 maupun undangan.

Mereka akan membawa pesawat kepresidenan maupun private jet dan selain di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, pemerintah telah menyiapkan 9 bandara lain untuk pesawat-pesawat itu parkir dan menginap di bandara atau Remain Over Night (RON).

Dan Pemerintah bersama Angkasa Pura I akan mengatur sedemikian rupa alur jadwal penerbangan VVIP tersebut agar tidak menggangu penerbangan reguler.

"Terkait dengan pengaturan pesawat sesuai dengan arahan dari bapak Luhut Binsar Pandjaitan, kita akan melakukan exercise (latihan/simulasi) kembali," ujar General Manager Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Handy Heryudhitiawan, Rabu 5 Oktober 2022.

Implementasikan Peraturan Perjalanan Terbaru, Manajemen Bandara Ngurah Rai : Tidak Terdapat Penumpukan Penumpang
Implementasikan Peraturan Perjalanan Terbaru, Manajemen Bandara Ngurah Rai : Tidak Terdapat Penumpukan Penumpang (istimewa)

Exercise tersebut dilakukan sebut Handy untuk memastikan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai siap untuk menerima kedatangan delegasi kepala negara khususnya yang akan di handle disini berapa banyak, kemudian mana-mana bandara lain yang menerima untuk RON pesawat tersebut.

Terkait pengaturan itu pihaknya terus melakukan koordinasi bekerjasama dengan AirNav Indonesia, Kementerian Perhubungan khususnya Otoritas Bandara dan TNI AU.

"Sesuai dengan agenda yang sudah disusun diusulkan pada saat ini bahwa NAC atau Notice Airport Capacity (kemampuan bandara ngurah rai untuk menampung pesawat) di hari normal itu NAC kita 32 takeoff dan landing. Nanti pada saat KTT G20 itu NAC nya kita turunkan jadi 20, takeoff dan landing," imbuh Handy.

Kenapa NAC Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali diturunkan pada saat KTT G20?

Handy mengatakan NAC diturunkan karena jumlah tempat parkir atau apron pesawat yang ada sudah disiapkan untuk pesawat kepresidenan maupun private jet, sehingga jumlah ketersediaan apron pesawat semakin menurun untuk digunakan penerbangan komersial reguler.

"Untuk itulah kenapa NAC nya kita turunkan hanya jadi 20. Namun demikian kita pastikan pelayanan komersial flight itu masih tetap bisa kita berikan atau layani untuk penerbangan reguler. Bilamana terjadi penutupan bandara (khususnya aerodome) mereka (maskapai) akan mencari jadwal jam yang masih buka atau re-time lagi geser mencari jam bandara I Gusti Ngurah Rai buka," jelasnya.

Operasional bandara I Gusti Ngurah Rai akan dibuka 24 jam pada periode 11 sampai 20 November untuk mengakomodir pesawat kepresidenan maupun private jet yang digunakan oleh 39 VVIP KTT G20 dan penerbangan komersial reguler.

Selain Bali, 9 bandara lain pendukung juga akan beroperasi 24 jam pada periode yang sama.

Berapa banyak penerbangan reguler komersil di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama periode tersebut, Handy menyampaikan masih menghitungnya.

"Saat ini masih kita hitung dan pastikan karena memang di beberapa jam penerbangannya fluktuatif dan berbeda. Dan pada jam-jam tertentu akan kita coba geser dan kita minta maskapai itu untuk melakukan re-time. Kalau dilihat dari data yang ada dampaknya sekitar 30 sampai 40 persen dari total pergerakan pesawat yang ada di bandara I Gusti Ngurah Rai akan digeser," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved