Liga 1

Ini Jawaban Kaesang Pangarep Soal Diminta Warganet Maju Jadi Ketua Umum PSSI

Menggemanya kembali nama Kaesang Pangarep sebagai kandidat Ketua Umum PSSI buntut dari peristiwa menyedihkan Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC

Editor: Ady Sucipto
Dok: PSSI
CEO Persis Solo, Kaesang Pangarep saat menyambangi kantors PSSI dan diterima oleh Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, Gedung Menara Olahraga, Senayan, Jakarta, Rabu (7/4/2021). 

TRIBUN-BALI.COM – Setelah berbagai pihak memberikan dukungannya untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum PSSI menggantikan Mochamad Iriawan, bos Persis Solo, Kaesang Pangarep akhirnya memberikan komentarnya.

Menggemanya kembali nama Kaesang Pangarep sebagai kandidat Ketua Umum PSSI buntut dari peristiwa menyedihkan Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Kabupaten Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.

Pada Tragedi Kanjuruhan sebanyak 131 orang tewas akibat saling berdesakan ketika akan keluar dari pintu Stadion Kanjuruhan.

Dampak dari tragedi tersebut, warganet kemudian menyindir dan meminta Iwan Bule untuk segera meletakan jabatannya dan mundur sebagai Ketua Umum PSSI.

Baca juga: Satu Perwira Polisi Tersangka Tragedi Kanjuruhan Sudah Tahu Aturan FIFA Soal Larangan Gas Air Mata

Menariknya, satu nama yang mencuat untuk diminta maju menggantikan Iwan Bule adalah bos Persis Solo, Kaesang Pangarep.

Merespon dukungan dan permintaan warganet yang mendorong dirinya untuk maju sebagai kandidat Ketua

Umum PSSI, Kaesang Pangarep malah mengajak warganet untuk tidak terlalu memikirkan soal itu.

Kaesang Pangarep justru mengingatkan kepada warganet agar terus mendesak PSSI untuk mengusut tuntas

Tragedi Kanjuruhan daripada memikirkan dirinya maju menjadi Ketua Umum PSSI.

"Jangan mikir itu dulu. Usut tuntas tragedi di Kanjuruhan," cuit Kaesang di laman Twitter pribadinya @kaesangp, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Pasal-pasal yang Menjerat 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Terancam Hukuman Maksimal 5 Tahun Penjara

Cuitan Kaesang Pangarep itupun kemudian memantik warganet untuk membalasnya dalam kolom komentar.

Beberapa warganet pun mendukung unggahan Kaesang Pangarep soal usut tuntas kasus Tragedi Kanjuruhan.

Namun demikian, beberapa di antaranya pun turut menyoroti soal pernyataan Presiden Jokowi yang sempat mengungkapkan dua penyebab Tragedi Kanjuruhan.

Kedua penyebab itu adalah pintu stadion yang terkunci dan tangga yang terlalu curam ketika memberikan pernyataannya pada awak media setelah meninjau Stadion Kanjuruhan pertengahan pekan ini.

"Kak kasih tau bapak @jokowi
kalau penyebabnya bukan pintu keluar yang sempit, tapi penggunaaan gas air mata dari isilop. Pliss kak kasih tau bapak juga kalau isilop perlu meminta maaf dan berbenah pasca tragedi ini," balas @drul_arifin.

"Saya berharap petinggi klub bola seperti "kak" kaesang dll ini mau terus kawal tragedi Kanjuruhan," tulis @fatiha_kher.

"Bapak monggo ditelpun mas, menawi kurang minum, trus diajak nonton videone kerusuhan panjen nggih," balas @unclebee21.

"Gerakke, gawe KLB, nek ra kowe sopo meneh sing meh mulai mas, Persis klub pendiri PSSI, duwe hak," tulis@SigitMaryanto17.

"Bapak e sampean malah bahas tangga curam mas," tulis@lohpedd

"Tp katanya bapaknya sampeyan udah nyalahin pintu yg terkunci mas," tulis @wita_sudita.

"kawal, bar rabi pokokke fokus PSSI 1," tulis @Vvvv__ap.

Bukan Sanksi, FIFA Beri Bantuan Indonesia

Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, ungkap FIFA tak akan beri sanksi Indonesia buntut tragedi Kanjuruhan di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Dilansir TribunWow.com, seusai insiden di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang menewaskan 131 jiwa, Menteri BUMN, Erick Thohir langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), di Doha, Qatar, Rabu (5/10/2022).

Pada pertemuan itu, Erick Thohir menerima ucapan belasungkawa dari Gianni Infantino atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto.

Selain adanya pertemuan dengan Erick Thohir, Iwan Budianto juga menjelaskan sehari setelah insiden, Presiden Indonesia, Joko Widodo melakukan sambungan telepon kepada Gianni Infantino.

"Sehari setelah kejadian kami komunikasi aktif ke Gianni Infantino, dan Jokowi bisa telfon FIFA itu atas kami, beliau ucapkan bela sungkawa dan dukungan beliau sampaikan melalui Sekjen FIFA," tutur Iwan Budianto di Kantor

Kemenpora Senayan Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022) dikutip TribunWow.com dari BolaSport.com.

Iwan juga menyebutkan pesan Presiden FIFA yang menyampaikan akan ada hikmah di balik insiden mengerikan di Stadion Kanjuruhan di pekan ke-11 Liga 1 2022.

"Beberapa tragedi besar di dunia menyebabkan sepak bola di negara jadi maju."

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (jaket hitam depan) dan Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto (kemeja putih) ketika memberikan keterengan pers seusai rapat koordinasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kamis (6/10/2022).
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (jaket hitam depan) dan Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto (kemeja putih) ketika memberikan keterengan pers seusai rapat koordinasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kamis (6/10/2022). (Super Skor)

Selain itu, Iwan Budianto juga membeberkan terkait keputusan FIFA yang tak akan memberikan Indonesia sanksi imbas insiden mengerikan Kanjuruhan.

Malahan, FIFA akan turut memberikan bantuan kepada Indonesia secara finansial meski belum diketahui berapa besaran nominalnya.

"Dia (Gianni Infantino) dukung penuh Indonesia pulih dan tidak ada sanksi, dia juga akan bantu finansial," sambung Iwan Budianto.

Komnas HAM Ungkap Kronologi Aremania Turun ke Lapangan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ungkap detik-detik kronologi sebenarnya saat para Aremania turun ke lapangan seusai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022, Sabtu (1/10/2022), di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Dilansir TribunWow.com, tragedi Stadion Kanjuruhan berimbas pada 131 jiwa melayang seusai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya.

Hal itu bermula dari aksi geruduk lapangan pertandingan yang dilakukan Aremania yang dihalau oleh aparat keamanan dengan beberapa tindakan.

Satu di antaranya yang mencuat dan menimbulkan pertanyaan publik terkait penggunanaan gas air mata yang dilakukan oleh aparat keamanan untuk menghalau Aremania.

Tak ingin motif turun ke lapangan Aremania menjadi simpang siur di kalangan publik, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengungkap hasil temuan awalnya dalam kasus tragedi Stadion Kanjuruhan pada Rabu (5/10/2022).

“Kalau ada yang bilang eskalasi penanganan itu, timbul karena suporter merangsek masuk ke dalam lapangan, sampai sore (5/10) ini, kami mendapat informasi bahwa tidak begitu kejadiannya,” kata Anam dikutip TribunWow.com dari Kompas.tv.

Choirul Anam yang turun langsung temui suporter dan pemain Arema FC mengaku jika tak ada kekerasan Aremania kepada skuad Singo Edan.

Hal itu diungkap setelah Choirul Anam berbincang dengan para pemain Arema FC.

“Kalau ada yang bilang mereka mau menyerang pemain, kami sudah ketemu dengan para pemain (Arema FC-red), dan para pemain ini bilang, tidak ada kekerasan terhadap mereka,” tegas Anam.

Tragedi Kanjuruhan: Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC dipecundangi Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, Sabtu 1 Oktiber 2022.
Tragedi Kanjuruhan: Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC dipecundangi Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, Sabtu 1 Oktiber 2022. (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Baca juga: 2 Kesalahan Fatal PT LIB Hingga Akhmad Hadian Lukita Resmi Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Tak adanya kekerasan terhadap pemain juga dibuktikan dengan tidak adanya luka yang dialami oleh pemain saat kerusuhan berlangsung.

Pada kesempatan itu juga, Chouirul Anam mengungkapkan bahwa skuad Arema FC tak mendapatkan ancaman serta caci maki dari para Aremania.

Motif Aremania turun ke dalam lapangan hanya ingin memberikan semangat kepada penggawa Arema FC seusai menelan kekalahan dari sang rival, Persebaya Surabaya.

"Ini pemain yang ngomong begitu ke kami,” kata Anam.

Di sisi lain, Choirul Anam juga turut mengkritisi penggunaan gas air mata yang dilakukan oleh aparat keamanan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

“Pertanyaannya sekarang, kalau dalam 15 sampai 20 menit itu situasinya masih kondusif, apakah diperlukan gas air mata yang membuat semua penonton panik? Harusnya kalau tata kelola keamanan baik, tidak akan terjadi peristiwa memilukan seperti ini,” kata Anam.

Pada akhir statementnya, Choirul Anam menegaskan jika sudah jelas tak ada ancaman kepada pemain Arema FC yang dilakukan oleh Aremania saat menggeruduk lapangan seusai laga Singo Edan kontra Persebaya Surabaya.

"Tidak begitu," tegas Anam.

(TribunWow.com/Adi Manggala S)

>>> Baca berita terkait lainnya <<< 

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Bos Persis Kaesang Tanggapi soal Dirinya yang Dijagokan Jadi Ketum PSSI, Netizen Malah Sindir Jokowi

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved