Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Pasca Banjir, Camat Seririt akan Usulkan Peninggian Jembatan dan Normalisasi Sungai

Aparat Kecamatan Seririt akan mengusulkan peninggian jembatan dan normalisasi sungai yang ada di Desa Tangguwisia, ke Dinas PUTR Buleleng.

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Marianus Seran
Istimewa
Foto: Istimewa/ Warga Desa Tangguwisia saat melakukan kerja bakti, Rabu (12/10).  

 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aparat Kecamatan Seririt akan mengusulkan peninggian jembatan dan normalisasi sungai yang ada di Desa Tangguwisia, ke Dinas PUTR Buleleng.

Ini dilakukan menyusul terjadinya banjir di desa tersebut, hingga merendam ratusan rumah warga pada Selasa sore kemarin. 


Camat Seririt, I Gusti Putu Mastika  pada Rabu (12/10) mengatakan, banjir setinggi lutut orang dewasa itu tidak menimbulkan kerusakan berat pada rumah warga atau fasilitas umum.

Namun untuk mengantisipasi terjadinya musibah serupa, pihaknya akan mengusulkan agar jembatan di Desa Tangguwisia dibuat lebih tinggi. 

Baca juga: Siapa Pemilik Puluhan Botol Miras saat Tragedi Kanjuruhan? Komnas HAM Ungkap Temuannya


Mengingat banjir yang terjadi Selasa kemarin diakibatkan oleh sumbatan dari sejumlah gelondongan kayu dan sampah pada jembatan tersebut, yang menyebabkan air sungai meluber ke badan jalan. 

Hal ini terjadi sebab tinggi jembatan bila diukur dari dasar sungai hanya sekitar dua meter.

Terlebih aliran sungai serta gorong-gorong yang baru saja dibuat di jalur Singaraja-Gilimanuk sekitar tiga tahun yang lalu,  juga mulai mengalami pendangkalan. 


"Debit air sungai sangat besar. Jembatan tersumbat karena banyak sampah dan kayu-kayu.

Disamping itu aliran sungai juga mengalami pendangkalan, jadi menurut analisa kami penanganan berupa peninggian jembatan dan normalisasi sungai adalah penanganan yang tepat.

Disamping itu juga pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," terangnya. 

Baca juga: Tim TPID Kota Denpasar Pantau Stok  Beras di Pasar Badung dan CV Sumber Pangan


Sementara antisipasi jangka pendek, Mastika mengaku telah mengerahkan seluruh warga untuk kerja bakti, membersihkan aliran sungai hingga ke wilayah sawah dan pantai.

"Kayu-kayu besar yang terbawa arus sudah dibersihkan Rabu pagi tadi.

Astungkara tidak ada kerusakan berat. Hanya beberapa fasilitas di dalam rumah warga yang tergenang air. Banjir ini baru pertama kali terjadi," tandasnya. 


Diberitakan sebelumnya, hujan lebat mengguyur hampir di seluruh wilayah Buleleng pada Selasa (11/10) siang.

Hal ini menyebabkan air sungai yang ada di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt meluap hingga ke badan jalan dan  merendam ratusan rumah warga.


Hujan lebat mulai mengguyur wilayah Seririt sejak pukul 14.00 wita.

Hingga memasuki pukul 15.30 wita, hujan deras tersebut menyebabkan debit air di sungai Desa Tangguwisia meningkat.

Jembatan yang ada di desa tersebut juga tersumbat oleh sejumlah gelondongan kayu yang terbawa arus sungai. Alhasil, air sungai pun meluap ke badan jalan, dan menggenangi ratusan rumah warga. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved