Berita Bali

ATENSI Kemanusiaan, PMI Dirikan Dapur Umum, Warga Harapkan Donasi Makanan & Pakaian

Dapur umum ini, didirikan di tempat pengungsian warga terdampak bencana alam, yang berlokasi di Tempek Lima, Desa Bilukpoh Kangin.

Tribun Bali via Yunia
Warga terdampak banjir di Desa Bilukpoh Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, bergotong-royong mendirikan dapur umum (DU). Dapur umum ini, didirikan di tempat pengungsian warga terdampak bencana alam, yang berlokasi di Tempek Lima, Desa Bilukpoh Kangin. Informasi yang dihimpun Tribun Bali, dari PMI Kabupaten Jembrana, dapur umum (DU)  ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan 40 KK pengungsi. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Warga terdampak banjir di Desa Bilukpoh Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, bergotong-royong mendirikan dapur umum (DU).

Dapur umum ini, didirikan di tempat pengungsian warga terdampak bencana alam, yang berlokasi di Tempek Lima, Desa Bilukpoh Kangin.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, dari PMI Kabupaten Jembrana, dapur umum (DU)  ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan 40 KK pengungsi.

Sebagai bentuk atensi dan aksi kemanusiaan, atas bencana alam yang menimpa Bali belakangan ini, khususnya di Jembrana

PMI Kabupaten Jembrana, yang juga membantu di lokasi, mengatakan perlengkapan masak di dapur umum (DU) ini cukup lengkap.

Baca juga: UPDATE Peringatan Dini Cuaca Wilayah Bali, Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat

Baca juga: TIDAK Tutup Mata, Soal Banjir di Andong Ubud Bali, Ini Permintaan Dewan Gianyar ke Pemprov Bali

Warga terdampak banjir di Desa Bilukpoh Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, bergotong-royong mendirikan dapur umum (DU).

Dapur umum ini, didirikan di tempat pengungsian warga terdampak bencana alam, yang berlokasi di Tempek Lima, Desa Bilukpoh Kangin.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, dari PMI Kabupaten Jembrana, dapur umum (DU)  ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan 40 KK pengungsi.
Warga terdampak banjir di Desa Bilukpoh Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, bergotong-royong mendirikan dapur umum (DU). Dapur umum ini, didirikan di tempat pengungsian warga terdampak bencana alam, yang berlokasi di Tempek Lima, Desa Bilukpoh Kangin. Informasi yang dihimpun Tribun Bali, dari PMI Kabupaten Jembrana, dapur umum (DU)  ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan 40 KK pengungsi. (Tribun Bali via Yunia)

 

Mulai dari penanak nasi, wajan, kompor gas kecil dan besar, serta berbagai perabot masak lainnya.

Namun, pihaknya menuturkan, diperkirakan masih memerlukan bahan-bahan makanan tambahan.

Sejauh ini, bahan-bahan makanan disumbangkan oleh kerabat keluarga para warga yang terdampak.

Tim dapur umum di tempat pengungsian ini, membuat konsumsi sebanyak dua kali.

Sehingga diperkirakan bahan-bahan makanan, akan kurang untuk beberapa hari ke depan.

Hingga pada Selasa, 18 Oktober 2022 sudah ada bantuan yang datang namun belum diketahui isinya.

Dari 40 KK atau sekitar 200 orang pengungsi di lokasi, sebagian besar pengungsi merupakan orang dewasa.

Warga terdampak banjir di Desa Bilukpoh Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, bergotong-royong mendirikan dapur umum (DU).

Dapur umum ini, didirikan di tempat pengungsian warga terdampak bencana alam, yang berlokasi di Tempek Lima, Desa Bilukpoh Kangin.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, dari PMI Kabupaten Jembrana, dapur umum (DU)  ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan 40 KK pengungsi.
Warga terdampak banjir di Desa Bilukpoh Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, bergotong-royong mendirikan dapur umum (DU). Dapur umum ini, didirikan di tempat pengungsian warga terdampak bencana alam, yang berlokasi di Tempek Lima, Desa Bilukpoh Kangin. Informasi yang dihimpun Tribun Bali, dari PMI Kabupaten Jembrana, dapur umum (DU)  ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan 40 KK pengungsi. (Tribun Bali via Yunia)

Dapur umum sendiri, dikerjakan bersama-sama oleh para warga dengan para relawan PMI kabupaten Jembrana.

Turut hadir membantu juga Tagana, TNI, dan pihak kepolisian, serta masyarakat sekitar.

Semua berlangsung dengan lancar tanpa ada keributan di dapur umum (DU).

Masyarakat berharap mereka bisa mendapatkan bantuan bahan makanan.

Seperti bumbu dapur, sayur-sayuran, dan bahan lauk pauk.

Mereka juga berharap adanya bantuan berupa pakaian, termasuk pakaian dalam dan terpal. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved