Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut, DPRD Badung Minta Dinkes Pantau Obat yang Disetop

Kalangan DPRD Kabupaten Badung mulai menanggapi terkait masalah gagal ginjal akut. Pihaknya meminta agar mengikuti imbauan Kemenkes dan mengawasi obat

Tayang:
Istimewa
Ketua Komisi IV DPRD Badung, Made Suwardana 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kalangan DPRD Kabupaten Badung mulai menanggapi terkait masalah gagal ginjal akut.

Bahkan DPRD Badung minta Dinas Kesehatan setempat memantau peredaran obat yang disetop BPOM.

Selain itu, pihaknya juga meminta untuk mengikuti imbauan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) 


Ketua Komisi IV DPRD Badung, Made Suwardana mengatakan bahwa munculnya kasus ginjal akut misterius sudah menjadi perhatian publik.

Dengan begitu pihaknya meminta kepada BPOM dan instansi terkait untuk lebih mengintensifkan turun ke lapangan mengawasi peredaran obat yang dihentikan sementara. 

Baca juga: Antisipasi Kasus Gangguan Ginjal Akut, Dinkes Denpasar Sidak Obat Sirup di Apotek dan Toko Obat


"Kami mendorong BPOM mengintensifkan pengawasan, kalau ada temuan segera setop peredaran obat yang dilarang itu," pinta Suwardana, Senin 24 Oktober 2022.


Selain itu Dinas Kesehatan Badung diminta untuk selalu menerapkan tatalaksana yang dikeluarkan Kemenkes dalam penanganan ketika ada kasus gagal ginjal akut.

Kendati demikian sejauh ini di Badung belum ada laporan mengenai kasus Ginjal Akut terhadap anak. 


"Kami sudah minta, Dinkes selalu memantau perkembangan masalah ginjal akut ini di Badung," tegasnya.

Baca juga: Penanganan Pertama Gejala Gangguan Ginjal Akut Pada Anak, Perhatikan Volume dan Intensitas Kencing


Pihaknya pun meminta  RSD Mangusada juga harus menyiapkan sarana prasarana dalam penanganan kasus tersebut.


"Kami kira Badung sudah menyiapkan sarana prasarana dan juga sumber daya manusia. Karena antisipasi terlebih dulu. Semoga tidak terjadi kasus seperti itu di Badung," ungkap politisi PDIP Badung ini.


Sementara ia juga mengimbau kepada masyarakat tidak sembarangan mengkonsumsi obat-obat.


 "Jadi kalau minum obat ya harus sesuai dengan anjuran dokter. Sebab ketika dosis tidak tepat nanti bisa bermasalah bagi tubuh," jelasnya. 


Untuk diketahui kasus gagal ginjal misterius yang menyerang pada anak-anak di Bali telah ditemukan 17 kasus dan 11 orang meninggal yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah. (*)

 

 

Berita lainnya di Gagal Ginjal Akut

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved