Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Libur Sebulan Tak Ada Relokasi, Pedagang Kuliner Senggol Gianyar Resah

Mereka sempat terkatung-katung sejak revitalisasi Pasar Umum Gianyar yang kini menjadi Pasar Rakyat Gianyar.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Harun Ar Rasyid
tribun bali/badrun
Suasana Pasar Senggol Gianyar, Bali, Sabtu 29 Oktober 2022 malam. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Roda ekonomi para pedagang Pasar Senggol Gianyar kembali diuji.

Mereka sempat terkatung-katung sejak revitalisasi Pasar Umum Gianyar yang kini menjadi Pasar Rakyat Gianyar.

Akhirnya, para pedagang pasar malam itupun mendapatkan tempat di GOR Kebo Iwa Gianyar.

Di sini, pada pedagang sempat bernapas lega, karena lokasi baru itu bisa diterima masyarakat, sehingga senggol pun ramai.

Namun para pedagang pun tak menyangka, mereka kembali diguncang. Sebab Kabupaten Gianyar akan menjadi venue sejumlah pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.

Dan, halaman GOR Kebo Iwa akan digunakan untuk kegiatan itu. Bahkan per 5 November 2022 nanti hingga sebulan ke depan, GOR sudah harus steril pedagang.

Hal itupun membuat para pedagang panik.

Sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar tak menyediakan tempat relokasi untuk mereka.

Kepanikan pedagang itupum terlihat dari penuturan seorang pedagang, Ibu Desak, Minggu 30 Oktober 2022.

Perempuan yang kesehariannya berjualan nasi campur khas Gianyar itu menyebutkan, awalnya ia dapatkan informasi bahwa yang akan digunakan hanya sebagiannya saja.

Dan, itupun para pedagang yang lapaknya kena, hanya digeser ke bagian barat GOR.

Namun rupanya, kata dia, karena tempatnya terbatas hanya untuk sebagian pedagang pihak pengelola pasar senggol tidak ingin ada tebang pilih.

"Padahal para pedagang khususnya pedagang makanan sangat cocok juga berdampingan dengan kegiatan olahraga itu. Masak kita ikut ditutup hanya karena pedagang selain makanan tidak mendapatkan tempat," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Bu Gustu, seorang pedagang jajanan bali. Perempuan asal Gianyar Kota ini menyayangkan keputusan penutupan aktivitas Pasar Senggol karena even olahraga.

Ia juga tak menyangka hanya karena desakan sejumlah pedagang yang notabena bukan pedagang makanan, segala aktivitas Pasar Sengol dikorbankan.

Terlebih lagi, ia mendapat informasi aktivitas Pasar Sengol akan diliburkan selama sebulan. "Jangankan sebulan, sehari atau dua hari tidak berjualan kami sudah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Atas kondisi ini, pedagang kuliner pun merasa dikorbankan hanya gegara pedagang non makanan, sepertian dagang pakaian, sandal, perabotan dan lainnya. Dia menilai itu tak adil. Sebab sejatinya, sejarah Senggol Gianyar adalah pedagang makanan.

"Karena sujatinya senggol Gianyar adalah pusat makanan, namun seiring perjalanan pedagang non kuliner pun ikut berjualan sehingga jumlah pedagang semakin membengkak. Kini, dengan dalih kebersamaaan semua pedahang pun harus off berjualan selama sebulan," sesalnya.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra sebelumnya mengatakan bahwa aktivitas Pasar Senggol Gianyar hanya libur selama Porprov. Setelah itu, merekapun bisa kembali berjualan, dan tahun 2023 mereka akan dibuatkan pasar permanen di lahan eks hardys.

"Kami harap pedagang bersabar, karena nanti akan dibuatkan tempat permanen," ujarnya di Ubud, belum lama ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved