Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Pakai Bambu dan Batang Kelapa, Warga Telagatawang dan Talibeng Karangasem Bangun Jembatan Darurat

Warga Telagatawang dan Talibeng, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Bali, membangun jembatan darurat yang menghubungkan Br. Banyu Campah menuju Kebung

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Warga Telagatawang dan Talibeng, Sidemen, Karangasem membangun jembataan darurat yang menghubungkan Br. Banyu Campah menuju Kebung, Telagatawang. Pembangunan jembatan darurat dimulai dari Jumat (28/10/2022). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Warga Telagatawang dan Talibeng, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Bali, membangun jembatan darurat yang menghubungkan Br. Banyu Campah menuju Kebung, Telagatawang.

Pembangunan jembatan darurat ini dimulai  dari Jumat (28/10/2022) lalu.

Perbekel Telaga Tawang, I Komang Muja Arsana, mengungkapkan, jembatan darurat dibangun sementara agar akses masyarakat lebih cepat, mengingat jalan yang menghubungkan Br. Banyu Campah - Kebung terputus akibat tergerus air hujan, Kamis (20/10/2022) lalu.

Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Air Meluap di Beberapa Titik Kota Amlapura Karangasem, Simak Kabarnya!


"Masyarakat mulai bergerak buat jembatan darurat secara gotong-royong dengan pakai pohon kelapa, bambu "ungkap Komang Muja Arsana, Minggu (30/10/2022) pagi.


Pembangunan jembatan darurat ini merupakan hasil rapat bersama beberapa elemen desa, di antaranya Desa Telagatawang, Talibeng, Celetiga, Kebung, Kebung Kauh, prajuru Desa Adat Kebung, Bhabinkamtibnas serta Babinsa dari kedua desa dinas, dan tokoh masyarakat sekitar desa.

Baca juga: PHDI Bali Bersama KMHDI Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Jembrana dan Karangasem


"Hasilnya membuat jembatan sementara dengan menggunakan pohon kelapa yang dikerjakan secara swadaya, bergotong royong. Terkait pendanaan diupayakan dengan pengalian dana iuran sukarela. Pohon kelapa serta bambunya disumbangkan didapat dari warga Celetiga,"ungkapnya.


Selain itu, kata Muja Arsana, perbaikan secara permanen jembatan kemungkinan dilaksanakan masih lama, tahun 2023.

Sehingga diperlukan jembatan darurat sementara.

Jembatan sementarai ini pun hanya bisa dilalui pejalan kaki, serta kendaraan roda dua.

Untuk kendaraan roda 4 sementara belum bisa.

Baca juga: 6 Pelinggih Rusak Tertimpa Dahan Pohon di Munti Gunung Karangasem


Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Kabupaten Karangasem, I Wayan Surata Jaya mengatakan, jalan putus disebabkan hujan yang cukup deras.

Warga yang hendak beraktivitas untuk sementara harus mencari jalan alternatif, mengingat jalan utama terputus sejak 2 minggu lalu.


Jalan yang kemungkinan menghabiskan anggaran sekitar Rp600 jura ini rencananya diusulkan di APBD Tahun 2023 mengingat anggaran untuk tahun 2022 sudah diketuk.

Pembangunan jembatan darurat adalah solusi terbaik sementara agar jalan bisa dilalui warga sekitar.


"Kita usulkan tahun 2023. Semoga terealisasi. Alokasi dana untuk perbaikan sekitar 600 juta. Panjangnya diperkirakan sekitar 10 meter" tambah Surata Jaya, mantan Kepala Seksi Rehabilitasi Jalan PUPR.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved