Berita Jembrana
Totalitas Respon Banjir Bandang Jembrana, Haji Bambang Ucapkan Terima Kasih Kepada Personil TDB
Banjir bandang di Jembrana, Bupati Jembrana telah mengeluarkan surat keputusan Nomor 498/BPBD/2022.
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Merespon musibah yang menimpa wilayahnya, Bupati Jembrana telah mengeluarkan surat keputusan Nomor 498/BPBD/2022.
Dalam surat tersebut memuat pembentukan pos komando penanganan darurat bencana banjir bandang dan angin kencang di Jembrana, Bali.
Diketahui hujan yang mengguyur wilayah Jembrana yang puncaknya pada Senin 17 Oktober 2022, telah memberikan dampak yang luar biasa.
Tercatat ada empat kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Negara, dan Melaya.
Baca juga: Warga Terdampak Mulai Pemulihan, Pelayanan Penanganan Banjir Jembrana Akan Tetap Dilakukan
Wilayah sekitar Sungai Bilukpoh, Mendoyo menjadi wilayah dengan dampak terparah.
Tidak hanya itu, banjir juga menyebabkan 1 korban meninggal, 6 orang luka-luka, 77 rumah rusak, 4.126 kepala keluarga terdampak, dan 20.630 warga harus mengungsi.
Merespon surat tersebut, beberapa stakeholder ikut terjun ke lapangan melakukan penanganan bencana tersebut, termasuk PMI Kabupaten Jembrana.
Didukung oleh PMI Provinsi Bali dan PMI Kabupaten dan Kota se-Bali, PMI Kabupaten Jembrana telah melakukan pelayanan sejak awal kejadian.
Berdasarkan informasi dari Posko PMI Kabupaten Jembrana, pihaknya telah melakukan beberapa pelayanan kepada warga terdampak.
Hingga tanggal 29 Oktober 2022, warga terdampak telah menerima air bersih yang disalurkan PMI sebanyak 95.000 liter.
Distribusi air untuk membersihkan rumah yang tertimbun lumpur juga telah dilakukan dengan menyasar 5.357 jiwa.
Relawan yang juga bergabung di lokasi pengungsian telah melakukan pelayanan dapur umum untuk 1.234 jiwa.
Ada juga dukungan psikososial yang menyasar 50 anak-anak serta pelayanan kesehatan untuk 136 jiwa.
Serta penyaluran beberapa bantuan logistik, seperti 18 terpaulin bagi posko pengungsian, dan 108 lembar selimut.
Seluruh pelayanan tersebut dilakukan oleh sekitar 170 personil dari seluruh Bali dengan beberapa armada yang mendukung pelayanan.