Berita Bali

Dana Pemasangan Penjor G20 Sudah Diberikan ke Desa Adat, Akan Pasang 2.500 Penjor Dua Jenis

Dana Pemasangan Penjor G20 Sudah Diberikan ke Desa Adat, Akan Pasang 2.500 Penjor

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Marianus Seran
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Salah satu Penjor hias karya yowana Desa Adat Kayubihi yang bertempa toleransi budaya. Penjor setinggi 13 meter di atas tanah itu dihiasi dengan 1500 ketupat, Kamis 5 Mei 2022. 

 


TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Pemasangan sebanyak 2.500 penjor di Bali jelang KTT G20 akan dilakukan rampung pada 11 November 2022.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan pada tanggal 11 November pemasangan penjor diperkirakan akan rampung karena para delegasi dan staff akan tiba di Bali. 

 


“Tanggal 11 November 2022 sudah terpasang dari informasi yang diterima lampiran delegasi peserta dan staffnya tim peninjau pendahulunya juga sudah akan hadir di tanggal 12 mulainya.

Jadi kegiatan kepala negara presidensi memang dua hari 16-17 tetapi rapat-rapat sidang-sidang lain sampai kepada nanti kepala negara melakukan pertemuan khusus 16-17 November sebelumnya kan sudah berlangsung rapat-rapat,” jelasnya pada, Senin 31 Oktober 2022. 

Baca juga: WNA Jerman Gantung Diri di Villa di Kawasan Padang Bai


Kesiapan penjor dari masing-masing Desa Adat, dikatakan Dharmadi disetiap Desa Adat sudah siap dan dananya juga sudah diberikan ke Desa Adat sesuai dengan kriteria penjor yang telah disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Bali. 

 


“Penjor hias seperti apa berapa harganya sudah juga ditetapkan.

Karena ini penjor hias dan rata-rata penjor hias minimal harga nya Rp. 2,5 dan yang istimewa Rp. 5 juta itu diserahkan ke Desa Adat disiapkan,” tandasnya. 

 


Dan untuk pemasangan penjor beberapa median yang masih dipasangi baliho spanduk telah dicabuti dan dibongkar sesuai dengan aturan dan ketentuan.

Pemasangan baliho sendiri terdapat zona-zona dimana boleh memasang iklan. 

 

Baca juga: Wawali Agus Arya Wibawa Launching Satu Data Denpasar, Ini Harapannya


“Tetapi kan selama ini 2,5 tahun kita diam dan kita prihatin situsi 2,5 tahun kita jadikan ajang pariwisata G20 ini dan selaku tuan rumah seperti apa,” tutupnya.  

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved