Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Pastikan Bukan Kerauhan, Praktisi Ketakson Beberkan Ciri-Ciri Kerauhan

DR. Drs. Ida Bagus Suatama memastikan peristiwa yang dialami oleh para pelajar SMP N 2 Tabanan bukanlah kerauhan.

Tayang:
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM / I Made Ardhiangga Ismayana
Para siswa siswi SMPN 2 Tabanan diberikan Tirta, saat akan atau sebelum memulai pelajaran, Selasa 1 November 2022 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - DR. Drs. Ida Bagus Suatama memastikan peristiwa yang dialami oleh para pelajar SMP N 2 Tabanan bukanlah kerauhan.

Menurutnya, peristiwa tersebut diyakini merupakan histeria atau merupakan bagian dari gangguan kejiwaan.

Histeria yang dialami oleh para pelajar itu berpotensi disebabkan oleh beberapa faktor baik yang berasal dari dalam maupun luar.

Sebagai seorang praktisi Ketakson atau kerauhan, Suatama mengatakan seorang Ketakson sudah tau pasti bahwa kerauhan tidak harus massal.

Kerauhan bisa terjadi pada beberapa orang saja, sekitar satu sampai dua orang.

Berdasarkan pengalamannya menangani kasus kerauhan, kerauhan sebenarnya akan menunjukan ciri-ciri yang berbeda.

Seperti yang ia terangkan dalam Dharma Wacana tentang Kerauhan yang tayang di YouTube Tribun Bali.

“Lihat dari sorot matanya, itu merupakan bagian tubuh yang dapat menunjukan ciri khas orang kerauhan.

Biasanya mata orang yang benar-benar kerauhan akan menunjukan sesuatu yang berbeda,” kata Suatama kepada Tribun Bali.

Sebelumnya, Suatama menjelaskan ada beberapa hal atau syarat yang barus dipenuhi dalam proses kerauhan.

Syarat tersbeut antara lain adanya sakralisasi diri, dilakukan di tempat tersendiri, menggunakan pakaian tersendiri, memiliki Ista Dewata tersendiri, dan ada yang mapinunas.

Kerauhan juga dibagia menjadi beberapa jenis berdasarkan sosok yang memasuki raga manusia.

Pertama adalah Kerauhan Dewa Hyang, ciri-cirinya adalah tutur katanya sangat halus dan memiliki aura yang menyejukan.

Orang-orang yang kerauhan Dewa Hyang akan menunjukan mudra atau sikap-sikap tertentu yang halus seperti seorang Dewa.

Kedua adalah kerauhan Bhuta Kala, yang mana orang yang kerauhan Bhuta Kala ini akan memohon sesuatu atau labang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved