G20 Di Bali
Selama Gelaran KTT G20 di Bali, Pengangkutan Sampah Kiriman Dihentikan Sementara
Penanganan sampah kiriman berupa batang pohon, ranting, dan lainnya di Kabupaten Badung akan dihentikan sementara saat pelaksanaan KTT G20 di Bali.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Kartika Viktriani
Selama Gelaran KTT G20 di Bali, Pengangkutan Sampah Kiriman Dihentikan Sementara
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penanganan sampah kiriman berupa batang pohon, ranting, dan yang lainnya di Kabupaten Badung akan dihentikan sementara saat pelaksanaan KTT G20 di Bali.
Hal ini dilakukan sesuai dengan SE Gubernur Bali nomor 35425/SEKRET/2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Presidensi G20.
Seperti diketahui pengangkutan sampah pantai tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan saat musim angina barat.
Bahkan sampah pantai yang diangkut pun mencapai puluhan ton.
Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3, DLHK Badung, Anak Agung Gede Agung Dalem mengatakan, penanganan sampah kiriman di tahun 2022 umumnya masih sama dengan sebelumnya.
Dirinya menilai kegiatan tersebut adalah rutinitas yang dilakukan selama musim angin barat.
"Untuk penanganan, tahun ini sampah akan diangkut dan diolah di TPST Samtaku Jimbaran. Sampah ini akan diolah menjadi karbon aktif di TPST Samtaku, tetapi sebelum diangkut sampah akan ditempatkan sementara di STO (Stop Over),” ujar Agung Dalem saat dikonfirmasi Senin 31 Oktober 2022.
Menurutnya, dalam penganganan sampah kiriman, akan diupayakan untuk mengosongkan STO.
Baca juga: 483 Guru Honorer di Tabanan Bali Berpeluang Jadi PPPK 2022, Ada 350 Formasi Guru Untuk Prioritas 3
Lantaran nantinya saat KTT G20 di pertengahan November aktivitas pengangkutan sampah akan terhenti.
Pasalnya dalam SE Gubernur Bali 35425/SEKRET/2022 aktivitas di Badung Selatan akan dibatasi.
"Kita timbun (sampah) sementara di STO, karena pengangkutan sampah itu masuk ke jalur G20," ungkapnya.
Untuk pembersihan pantai dari sampah kiriman, Agung Dalem menerangkan, setiap harinya petugas kebersihan akan menyebar ke seluruh pantai, mulai dari Kuta hingga Cemagi.
DLHK Badung pun telah menyiapkan 300 orang petugas kebersihan, empat loader, satu ekskavator, dan 40 truk.
Selain itu pihaknya juga menyebutkan telah dilakukan pengadaan satu alat pencacah kayu.