G20 di Bali
TNI Jadi Garda Terdepan Keamanan KTT G20 di Bali, Panglima TNI Optimalisasi Posko Satgas
TNI Jadi Garda Terdepan Keamanan KTT G20 di Bali, Panglima TNI Optimalisasi Posko Satgas
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – TNI terus merencanakan secara detail dan teliti seluruh aspek untuk memastikan agenda Konferensi Tingkat Tinggi G20 berlangsung aman dan nyaman bagi para delegasi negara, yang puncaknya dihelat pada 15-16 November mendatang di Bali.
TNI berperan menjadi ujung tombak dalam sektor keamanan yang mana penunjukan TNI menjadi garda terdepan dan penanggung jawab Keamanan KTT G20 di Bali berdasarkan Keppres RI Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.
Posko-posko Satuan Tugas (Satgas) dalam kegiatan KTT G20 telah dirikan menyambut perhelatan akbar yang tak kurang dari dua pekan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menginjakkan kaki di Bali pada Kamis 3 November 2022.
Adapun Posko yang ditinjau oleh Panglima TNI diantaranya yaitu Posko Satgas Kogabpadpam, Satgas Komlek (Komunikasi dan Elektronika), Satgas Penerangan, Satgas Udara, serta Satgas Bandara dan Satgas Pelabuhan.
Panglima TNI Andika menegaskan kesiapannya untuk mengoptimalkan penanganan dan menyukseskan KTT G20 di Bali.
Dari keseluruhan Satuan Tugas, TNI mendominasi dengan lebih dari 14 ribu personel. Sisanya berasal dari Polri dan institusi lainnya.
Semuanya berada di bawah komando Panglima TNI.
G20 atau Group of Twenty merupakan sebuah forum utama kerja sama ekonomi Internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia.
Sebelumnya diungkapkan Panglima TNI, bahwa pada kegiatan G20 tersebut Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu untuk bertumbuh lebih kuat.
Sebab, G20 merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.
"Kita harus mampu menunjukkan pada dunia bahwa kepemimpinan Indonesia di G20 bisa menghasilkan aksi dan solusi yang konkret, agar krisis dunia tidak berlanjut dan membangun dunia yang lebih mampu menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Oleh karena itu, TNI harus bersinergi dan bahu-membahu untuk mensukseskan pelaksanaan G20," jelas Jenderal Andika.
Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam menghadapi akhir 2022 ini, TNI juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap timbulnya cuaca ekstrem. Ditegaskannya, TNI senantiasa harus menjadi garda terdepan dalam membantu kesulitan rakyat.
"Seluruh prajurit TNI hendaknya turut memantau dan mewaspadai perkembangan cuaca ekstrim yang akan melanda serta mengantisipasi dampak buruk yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrim seperti bencana alam banjir, tanah longsor dan sebagainya," ujar Panglima TNI. (*)