G20 di Bali
Antisipasi Aksi Terorisme Jelang G20, Densus 88 Beri Penekanan ke Kecamatan Negara Bali
Materi yang disampaikan langsung oleh Kanit I Subdit Kontra Idiologi Direktorat Pencegahan Densus 88, AKBP Moh. Dofir tersebut, ke pencegahan.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Direktorat Pencegahan Densus 88 Polri, mengundang seluruh komponen masyarakat di Kecamatan Negara, Jembrana, Rabu 9 November 2022.
Adalah kegaiatan penguatan wawasan kebangsaan, dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk mendukung kesuksesan event KTT G20 di Bali.
Secara umum, pertemuan tersebut lebih menekankan terkait langkah-langkah pencegahan dan pengamanan event internasional tersebut.
Saat itu, juga dijelaskan mengenai masalah keamanan, yang sempat menganggu keamanan Indonesia.
Seperti aksis terorisme pada kejadian Bom Bali I pada tahun 2002, Bom Bali II pada tahun 2005 serta bom gereja di Jakarta.
Baca juga: Sepekan Jelang KTT G20, Presiden Jokowi Resmikan Gedung VVIP Bandara Ngurah Rai
Baca juga: Komentar Shin Tae-Yong Setelah Timnas Indonesia U20 Gasak Antlyaspor U20, Uji Coba di Turki

Selain itu, juga menekankan untuk mengantisipasi sifat-sifat intoleransi, radikalisme, yang kemungkinan timbul di masyarakat.
Kemudian juga dipaparkan mengenai sasaran aksi terorisme, hingga strategi pencegahan aksi terorisme.
"Intinya, pertemuan tersebut dapam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk mendukung suksesnya perhelatan KTT G20 di Bali," kata Camat Negara, I Wayan Andi Suka Anjasmara, saat dikonfirmasi.
Dia melanjutkan, dalam kegaitan tersebut juga ditekankan mengenai antisipasi timbulnya sifat intoleransi, radikalisme hingga aksi terorisme.
Jadi seluruh aparat dari kecamatan hingga kepala desa/kelurahan.

"Tadi juga didampingi dari pihak Kesbangpol Kabupaten," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Negara, Kompol Benyamin Nikijuluw, juga menegaskan hal senada.
Materi yang disampaikan langsung oleh Kanit I Subdit Kontra Idiologi Direktorat Pencegahan Densus 88, AKBP Moh. Dofir tersebut, menekankaan ke pencegahan atau upaya antisipasi.
"Selain fokus di lokasi dan sekitarnya, kita juga diharapkan ikut menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengamanan event KTT G20 di Bali," kata Kompol Benyamin.
Dia menekankan, sejumlah peristiwa aksi terorisme seperti Bom Bali I, Bom Bali II dan bom gereja di Jakarta, menjadi cerminan agat masyarakat lebih waspada dan peduli dengan lingkungan.
"Intinya mari bersama-sama mencegah dan mendukung perhelatan event internasional tersebut agar berjalan aman dan lancar," tandasnya. (*)