G20 di Bali
Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy Sama-sama Tak Hadiri KTT G20, Simak Alasannya!
Besar pula harapan, agar kedua pemimpin negara ini bisa berdamai, khususnya pada helatan KTT G20 di Bali.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - KTT G20 di Bali nampaknya menjadi berkah tersendiri bagi Pulau Dewata dan Indonesia.
Bagaimana tidak, dengan hadirnya pertemuan negara-negara besar ini, di Bali tentu sangat membantu perekonomian Bali.
Khususnya pariwisata yang terpuruk selama pandemi Covid-19 sejak 2019.
Para kepala negara dan kepala pemerintahan pun, hadir di Bali dalam KTT G20 ini.
Termasuk Rusia dan Amerika Serikat bahkan Ukraina dikabarkan akan ikut dalam helatan akbar internasional ini.
Baca juga: Breaking News! Putin Tidak Datang, Tapi Digantikan Menlu Pada KTT G20, Ini Kata Menko Luhut
Baca juga: RSUD Bali Mandara Siap Dukung G20, Momentum Medical Tourism & Pemulihan Ekonomi Bali

Sebelumnya, Putin disebutkan akan hadir dan ikut menanam mangrove bersama beberapa kepala negara lainnya.
Namun data terupdate menyebutkan, bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin dipastikan tidak menghadiri secara langsung pertemuan KTT G20 di Bali pada pekan depan.
Sementara itu, Presiden Ukraina memang sejak awal dikabarkan tidak hadir di Bali.
Hal ini disampaikan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan usai menghadiri peluncuran e-VOA di Nusa Dua, Kamis 10 November 2022.
“Jangan bilang gagal (Putin tidak datang).
Diwakili sama Menlu-nya (Rusia).
Kalau itu (Ukraina) kan bukan bagian G20 mungkin akan virtual,” ucap Menko Luhut.
Menko Marves menambahkan, sebelumnya Presiden Joko Widodo diminta (Negara G20) untuk menjembatani, dengan negara A dan B (Rusia & Ukraina) dan lainnya, itu sedang berjalan.

"Kita optimistis dapat membuat perdamaian dunia, dan Pemerintah Indonesia serta konstitusi kita juga punya kewajiban membawa perdamaian sebagai negara independen, non clamied," sebut Menko Luhut.
Dan di G20 ini, forum ekonomi bukan politik jadi tidak dibahas konflik itu (peperangan Rusia vs Ukraina), tetapi mungkin di side event dibahas.
Sebelumnya, Menko Luhut pun menyampaikan mengenai update hadir atau tidaknya Presiden Rusia, Vladimir Putin, usai meninjau command center Polda Bali.
“Saya kira resmi sudah diberi tau, Presiden Rusia tidak datang, tapi diwakili oleh petingginya,” sebut Menko Luhut lagi.

Tak disebutkan secara pasti apa alasan Vladimir Putin tak hadiri KTT G20.
Menko Luhut menyebut, absennya Putin pada KTT G20 mendatang lantaran adanya urusan dalam negeri.
“Ya mungkin ada kesibukan dari Presiden Putin di dalam negeri, yang juga harus kita hormati,” ungkap Menko Luhut.
Tentu saja, keinginan semua pihak agar peperangan Rusia vs Ukraina bisa segera usai.
Mengingat kedua negara sangat berperan penting, khususnya terhadap ekspor pangan dan gas.
Tidak dipungkiri peperangan Rusia vs Ukraina yang adalah negara tetangga ini, turut berimbas pada iklim ekonomi dunia.
Sehingga Presiden Joko Widodo dalam lawatannya beberapa waktu lalu, langsung mendatangi dua negara untuk membawa misi perdamaian.
Selain pula membawa misi, agar ekspor pangan dan lain sebagainya ke negara Indonesia tetap aman.
Besar pula harapan, agar kedua pemimpin negara ini bisa berdamai, khususnya pada helatan KTT G20 di Bali. (*)