Berita Klungkung
Timbulkan Bau Tidak Sedap Menyengat, Limbah Bulu Ayam Dikeluhkan Warga
Warga kerap mengeluhkan bau tidak sedap, saat melintas di seputaran Jalan Raya Banjarangkan.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Warga kerap mengeluhkan bau tidak sedap, saat melintas di seputaran Jalan Raya Banjarangkan. Bau yang mengganggu itu, disebut warga berasal dari limbah bulu ayam yang dibuang di sungai mati.
Seorang warga yang setiap hari melintas di seputaran Jalan Raya Banjarangkan Made Wibawa (50) mengungkapkan, bau tidak sedap itu tercium saat ia melintas di sebelah timur SD 3 Banjarangkan. Ia menutup hidungnya, karena bau yang tercium sangat menyengat.
"Baunya sangat tidak sedap. Apalagi kalau hujan. Infonya ada limbah bulu ayam dibuang ke tukad (sungai) mati," ungkapnya.
Padahal tidak jauh dari lokasi itu, berdiri SD N 3 Banjarangkan. Bau tidak sedap tersebut, tentu dapat menganggu proses belajar mengajar.
Sumber di SD N 3 Banjarangkan mengatakan, limbah bulu ayam itu sempat sangat menyengat dan menganggu aktivitas belajar mengajar. Sampai akhirnya pihak sekolah berkoordinasi dengan pihak desa, untuk menyampaikan masalah ini.
"Sekarang baunya sudah mendingan. Tapi kalau hujan masih menyengat baunya," ujar sumber tersebut.
Kepala Desa Banjarangkan Anak Agung Gde Indrawan Diputra tidak menampik kondisi itu. Menurutnya selama ini pihaknya tengah dihadapi dengan permasalahan limbah bulu ayam. Limbah itu berasal dari beberapa UMKM pemotongan ayam di Dusun Selat, Desa Banjarangkan.
"Masalah ini yang kami tengah cari solusinya. Bagaimana cara mengelola limbah bulu ayam ini. Selama ini bulu ayam ini masih kami buang di TPST," ujar Anak Agung Gde Indrawan, Senin (14/11/2022).
Pihaknya pun saat ini telah berkoordinasi dengan Unud, untuk mencari cara mengolah limbah bulu ayam ini untuk menjadi pupuk. Hal ini pun masih dalam tahap penelitian.
"Kalau keluhan secara resmi ke kantor saya (terkait bau tidak sedap dari limbah bulu ayam) belum ada. Tapi kami tetap berupaya mengatasi masalah ini. Informasi terkahir pihak Unud masih penelitian, agar nanti limbah bulu ayam ini bisa diolah jadi pupuk organik," jelasnya. (mit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Caption-Ke.jpg)